Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 September 2012

KEJANG DEMAM PADA ANAK

Sahabat Klinik Cinta Ananda,
KEJANG demam adalah penyakit  pada anak yang disebabkan oleh demam. Umumnya, sekitar 2% sampai 5% anak berumur antara enam bulan sampai lima tahun mengalami demam ini. Namun tidak sampai menginfeksi otak anak.
Apa yang harus dilakukan bila anak mengalami kejang demam? Walaupun kejang demam terlihat sangat menakutkan, sebenarnya jarang sekali terjadi komplikasi berat. Yang paling penting (dan paling sulit) adalah untuk tetap tenang.
  • Lihat jam untuk menentukan berapa lama kejang berlangsung. Jangan memasukkan sendok atau jari ke dalam mulut anak untuk mencegah lidahnya tergigit. Hal ini tidak ada gunanya, justru berbahaya karena gigi dapat patah atau jari luka.
  • Miringkan posisi anak sehingga ia tidak tersedak air liurnya. Jangan mencoba menahan gerakan anak. Turunkan demam dengan membuka baju dan menyeka anak dengan air sedikit hangat. Setelah air menguap, demam akan turun.
  • Jangan memberi kompres dengan es atau alkohol karena anak akan menggigil dan suhu di dalam tubuh justru meningkat, walaupun kulitnya terasa dingin. Bila ada, Anda dapat memberikan diazepam melalui anus. Untuk anak dengan berat badan kurang dari 10 kg dapat diberikan obat, sebagian besar kejang demam akan berhenti sendiri sebelum lima menit.
Apakah anak perlu masuk rumah sakit? Bila kejang berlangsung kurang dari lima menit, kemudian anak sadar dan menangis, biasanya tidak perlu dirawat. Bila demam tinggi, kejang berlangsung lebih dari 10-15 menit, kejang berulang atau anak tidak sadar setelah kejang berhenti. Anda harus membawanya untuk dirawat.
Untuk membantu menentukan apa yang akan terjadi pada anak dikemudian hari, kejang demam dibagi dalam kejang demam sederhana dan kejang demam kompleks.
Kejang demam sederhana adalah bila kejang berlangsung kurang dari 15 menit dan tidak berulang pada hari yang sama, sedangkan kejang demam kompleks adalah bila kejang hanya terjadi pada datu sisi tubuh, berlangsung lama lebih dari 15 menit atau berulang dua kali atau lebih dalam satu hari.
Kejang demam sederhana tidak menyebabkan kelumpuhan, meninggal atau mengganggu kepandaian. Risiko untuk menjadi epilepsi di kemudian hari juga sangat kecil, sekitar 2% hingga 3%. Risiko terbanyak adalah berulang kejang demam, yang dapat terjadi pada 30 sampai 50% anak. Risiko-risiko tersebut lebih besar pada kejang demam kompleks.
Rekaman otak atau electroencephaiografi (EEG) biasanya tidak likakukan secara rutin, karena tidak berguna untuk memperkirakan apakah kejang akan berulang kembali, juga tidak dapat memperkirakan apakah akan terjadi epilepsi di kemudian hari. Pemeriksaan CT scan atau MRI juga tidak perlu dilakukan.
Untuk anak dengan kejang demam kompleks atau anak mengalami kelainan saraf yang nyata, dokter akan mempertimbangkan untuk memberikan pengobatan dengan anti kejang jangka panjang selama 1-3 tahun. Obat yang digunakan misalnya phenobarbital yang sangat efektif untuk mencegah berulangnya kejang, namun menyebabkan anak menjadi hiperaktif.

Jumat, 31 Agustus 2012

Yuk...Kita Uji Pendengaran Buah Hati Tercinta



Sahabat Klinik Cinta Ananda,
Perlu kita ketahui bersama bahwa anak belajar berbicara berdasarkan apa yang dia dengar. Dengan demikian gangguan pendengaran yang dialami anak sejak lahir akan mengakibatkan keterlambatan berbicara dan berbahasa. Bayi dengan fungsi pendengaran normal akan mengalami tahapan perkembangan bahasa dan berbicara (speech-language-auditory milestones) sebagai berikut:
* Bayi sampai usia 3 bulan.
Biasanya akan terbangun mendengar suara keras. Ia pun akan berkedip jika seseorang bertepuk di dekat telinganya.
* Usia 4 bulan.
Ia akan tenang mendengar suara ibunya. Selain mencari arah suara dari sumber yang tidak terlihat.

* Usia 6-9 bulan.
Dapat menikmati musik dari mainannya dan mulai bisa mengatakan “mama”.
* Usia 12-15 bulan.
Bereaksi jika namanya dipanggil, mengerti perintah sederhana, dapat meniru beberapa suara, dan memiliki perbendaharaan 3-5 kata.
* Usia 18-24 bulan.
Sudah mengerti bagian-bagian tubuh dan 50% perkataannya dapat dimengerti oleh orang yang mendengar. Anak sudah mempunyai perbendaharaan 20 -50 kata.
* Mulai usia 36 bulan.
Bisa menyusun kalimat yang terdiri dari 4-5 kata. Sekitar 80% pembicaraannya sudah dapat dimengerti orang lain.
RAGAM PEMERIKSAAN
Bila anak gagal mencapai milestones atau tonggak-tonggak perkembangan tersebut, besar kemungkinan ia mengalami gangguan pada fungsi pendengaran. Untuk mengatasinya, diperlukan pemeriksaan pendengaran. Pemeriksaan yang dilakukan sedini mungkin memungkinkan bayi dan anak yang berisiko mengalami gangguan pendengaran dapat segera menjalani program habilitasi (melatih kemampuan mendengar pada anak yang sebelumnya tidak memiliki kemampuan mendengar). Nah, lewat habilitasi ini efek lanjut dari gangguan pendengaran, di antaranya keterlambatan atau gangguan berbicara dan berbahasa, dapat dicegah sedini mungkin.
Mengingat masa perkembangan fungsi pendengaran sedang berlangsung, maka teknik pemeriksaan perlu disesuaikan dengan usia anak. Biasanya akan dilakukan beberapa pemeriksaan sekaligus sebelum mengambil kesimpulan mengenai adanya gangguan pendengaran. Hasil uji pendengaran ini dapat tercatat dalam audiogram yang terisi secara otomatis selama uji pendengaran yang mencatat level daya dengar dalam berbagai frekuensi (misalnya suara rendah dan suara tinggi).
Berikut tahapan pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk bayi yang baru berusia 2 hari. Selain juga untuk orang dewasa.
Pada bayi, pemeriksaan ini dapat dilakukan saat beristirahat/tidur. Tesnya tergolong singkat dan tidak sakit, namun memberi hasil akurat. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui fungsi sel rambut pada cochlea/rumah siput. Hasilnya dapat dikategorikan menjadi dua, yakni pass dan refer. Pass berarti tidak ada masalah, sedangkan refer artinya ada gangguan pendengaran hingga harus dilakukan pemeriksaan berikut.
1. Otoscopy
Pemeriksaan dengan menggunakan alat semacam teropong ini tergolong pemeriksaan awal. Fungsinya untuk melihat liang telinga, apakah ada infeksi atau kotoran telinga.
2. Tympanometry
Pemeriksaan lanjutan ini bertujuan untuk mengetahui fungsi telinga tengah.
3. Oto Acoustic Emissions (OAE)
Pemeriksaan ini dapat dilakukan untuk bayi yang baru berusia 2 hari. Selain juga untuk orang dewasa. Pada bayi, pemeriksaan ini dapat dilakukan saat beristirahat/tidur. Tesnya tergolong singkat dan tidak sakit, namun memberi hasil akurat. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui fungsi sel rambut pada cochlea/rumah siput. Hasilnya dapat dikategorikan menjadi dua, yakni pass dan refer. Pass berarti tidak ada masalah, sedangkan refer artinya ada gangguan pendengaran hingga harus dilakukan pemeriksaan berikut.
4. Auditory Brainstem Response (ABR)
Cara pemeriksaannya hampir sama dengan OAE. Bayi mulai usia 1 bulan sudah dapat dilakukan tes ini, Automated ABR yang berfungsi sebagai screening, juga dengan 2 kategori, yakni pass dan refer. Hanya saja alat ini cuma mampu mendeteksi ambang suara hingga 40 dB. Sedangkan guna mengetahui lebih jauh gangguan pendengaran yang diderita, lazimnya dilakukan pemeriksaan lanjutan, dengan BERA (Brainstem Evoked Response Audiometry)
5. Conditioned Oriented Responses (CORs)
Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada bayi usia 9 bulan sampai 2,5 tahun untuk mengetahui perkiraan ambang dengar anak. Caranya, gunakan alat yang dapat mengeluarkan bunyi-bunyian dan biarkan anak mencari sumber bunyi tersebut.
6. Visual Reinforced Audiometry (VRA)
Pemeriksaan ini juga dapat dilakukan pada bayi usia 9 bulan sampai 2,5 tahun. Pemeriksaan yang hampir sama dengan CORs ini juga berfungsi untuk mengetahui ambang dengar anak. Tergolong pemeriksaan subjektif karena membutuhkan respons anak. Namun pada tes ini selain diberikan bunyi-bunyi, alat yang digunakan juga harus dapat menghasilkan gambar sebagai reward bila anak berhasil memberi jawaban. Pemeriksaan ini dapat dilakukan sambil bermain.
7. Play Audiometry
Pemeriksaan yang juga berfungsi mengetahui ambang dengar anak ini dapat dilakukan pada anak usia 2,5-4 tahun. Caranya? Menggunakan audiometer yang menghasilkan bunyi dengan frekuensi dan intensitas berbeda. Bila anak mendengar bunyi itu berarti sebagai pertanda anak mulai bermain misalnya harus memasukkan benda ke kotak di hadapannya atau bermain pasel.
8. Conventional Audiometry
Pemeriksaan ini dapat dilakukan anak usia 4 tahun sampai remaja. Fungsinya untuk mengetahui ambang dengar anak. Caranya dengan menggunakan alat audiometer yang mampu mengeluarkan beragam suara, masing-masing dengan intensitas dan frekuensi yang berbeda-beda. Tugas si anak adalah menekan tombol atau mengangkat tangan bila mendengar suara.
9. Brainstem Evoked Response Audiometry (BERA)
Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada semua usia. Fungsinya, untuk mengetahui respons ambang dengar seseorang. Pemeriksaan yang tergolong objektif ini mengharuskan anak dalam keadaan tidur, hingga anak harus dikondisikan tidur lebih dulu.

Jumat, 09 September 2011

Buah Yang Baik Untuk Bayi


Sahabat Klinik Cinta Ananda,

Buah-buahan sangat baik untuk bayi, tapi tidak semua buah-buahan. Di kesempatan kali ini saya akan memaparkan beberapa jenis buah-buahan yang sangat baik untuk bayi yang dapat membantu daya tahan tubuh dan membantu pertumbuhan gigi dan juga pertumbuhan fisik lainnya.Beberapa buah mungkin tidak cocok dengan bayi anda seperti jeruk yang dapat mengakibatkan diare. 

Berikut ini adalah beberapa jenis buah-buahan yang baik untuk bayi:
  • Apel
Apel sangat kaya dengan zat antioksidan yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Apel juga sangat kaya akan vitamin C sehingga dapat membantu bayi dalam melawan penyakit dari luar.Pemberian apel sangat disarankan apabila bayi anda telah cukup umur untuk mencerna makanan padat atau paling tidak bubur cair. Hindari pemberian apel yang masih keras karena akan membuat bayi anda tersedak.

  • Labu
Buah labu sangat kaya akan serat sehingga dapat membatu bayi untuk buang air besar dengan teratur dan tidak keras. Pemberian labu ini dapat juga dicampur dengan makanan lainnya seperti susu bayi atau roti. Perhatikan tekstur bubur sebelum memberikannya kepada bayi anda agar terhindar dari sesuatu yang dapat membuatnya tersedak.

  • Pisang
Selain apel, pisang juga kaya akan zat antioksidan yang dapat membantu daya tahan tubuh bayi anda.

Mungkin anda memiliki pengalaman mengenai buah-buahan yang baik untuk bayi dan tentu saja dengan membaca contoh artikel ini anda dapat memperkaya koleksi buah-buahan yang baik untuk bayi anda.Pemberian buah-buahan ini sangat dianjurkan untuk melengkapi makanan utama bayi sehingga dapat memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral bayi secara maksimal guna mendukung pertumbuhannya.
Bayi yang sehat adalah impian semua ibu, jadi sehatkan bayi and dengan makanan bermutu dan tambahan vitamin dari buah-buahan.

Sayuran Yang Baik Untuk Bayi


Sahabat Klinik Cinta Ananda,

Betapa senangnya melihat bayi kita tumbuh dengan sehat dan kuat. Untuk dapat tumbuh dengan sehat, bayi membutuhkan asupan makanan yang lengkap dan seimbang. Selain makanan utama dan buah, bayi juga membutuhkan asupan gizi yang berasal dari sayuran. 

Berikut ini adalah beberapa jenis sayur yang baik untuk bayi
  • Kacang Hijau
Kacang hijau adalah jenis sayuran yang kecil namun mereka dikemas penuh dengan nutrisi yang akan membuat bayi anda tumbuh dengan sehat dan kuat. Kacang hijau memiliki serat yang tinggi dan juga dapat membuat bayi anda lebih tahan terhadap penyakit.
  • Brokoli
Brokoli adalah anggota dari keluarga kubis. Brokoli memiliki hubungan keluarga dengan kembang kol namun berbeda warnaa.  Brokoli tumbuh di daerah dingin, ia tidak dapat tumbuh di daerah pandas. Sayuran ini sangat tinggi vitamin C dan merupakan sumber serat larut! Serat larut adalah serat yang membantu melancarkan buang air besar dan juga pencernaan.
  • Wortel
Wortel mengandung vitamin A yang tinggi dan dapat dicerna dengan baik oleh tubuh dan diserap guna pertumbuhan tubuh. Wortel juga memiliki kandungan vitamin C yang tinggi guna membantu tubuh untuk mempertahankan kesehatan.
  • Tomat
Tomat termasuk sayur-sayuran meskipun berbentuk seperti buah-buahan. Sebagai sayur yang memiliki rasa dan dapat dikonsumsi tanpa diolah terlebih dahulu tomat memiliki kandungan antioksidan dan vitamin C yang tinggi. Jika di konsumsi secara teratur, tomat dapat mencegah bayi anda dari kanker prostat di kemudian hari.
Ada banyak sayur yang baik untuk bayi, namun untuk kali ini kacang hijau, brokoli, wortel dan tomat menjadi pilihan utama karena anda dapat dengan mudah mendapatkan sayur-sayuran di atas bahkan anda dapat memperolehnya dari halaman belakang rumah anda

Kamis, 08 September 2011

Mengatasi Hidung Tersumbat Pada Bayi


Sahabat Klinik Cinta Ananda,
Hidung tersumbat adalah masalah klasik yang dialami oleh seorang bayi pada bulan bulan pertama kehidupannya. Kondisi ini membuat bayi susah untuk menghisap ASI dari puting susu ibunya sehingga bayi menjadi rewel, apalagi tersumbatnya hidung kerap terjadi pada malam hari.
Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengurangi masalah hidung tersumbat pada bayi.
  • Terlentangkan bayi pada tempat tidur lalu teteskan 2 – 3 tetes larutan saline ke lubang hidung kanan dan kiri secara bergantian. Setelah ditetesi larutan saline, segera tengkurapkan bayi atau pada posisi yang nyaman. Larutan saline bisa dibeli di apotek terdekat.
  • Bila produksi lendir berlebihan, hisaplah menggunakan alat penghisap lendir khusus untuk bayi. Alat ini bisa diperoleh di apotek/toko alat alat kesehatan. Baca cara pemakaiannya dengan cermat.
  • Tinggikan bagian kepala tempat tidur bayi.
  • Susui atau berikan minuman yang cukup untuk bayi.
  • Sebelum tidur, bayi boleh dimandikan dengan air hangat atau jalankan shower air panas lalu ajak bayi menghirup uap air yang muncul dari shower. Jangan mandikan bayi dengan shower air panas.
  • Jangan memberikan obat batuk dan flu atau semprot hidung untuk bayi yang berusia di bawah 2 tahun.
  • Bila keluhan berlanjut, segera ke dokter.

Selasa, 30 Agustus 2011

Pertumbuhan Gigi Susu



Bunda.... apakah gigi susu si kecil sudah mulai tumbuh???


Beberapa orang tua pastinya khawatir akan terlambatnya pertumbuhan gigi susu buah hatinya namun tidak perlu khawatir karena memang tidak semua anak sama untuk pertumbuhan giginya.

Pada dasarnya erupsi atau keluarnya gigi susu pertama terjadi di usia 6-8 bulan. Umumnya diawali oleh keluarnya gigi seri tengah bawah, lalu secara berurutan gigi seri tengah atas, gigi seri lateral atas dan gigi seri lateral bawah, geraham susu pertama, gigi taring dan geraham susu kedua. Tapi erupsinya tak sekaligus, melainkan satu per satu dan kadang ada juga yang sepasang-sepasang. Umumnya ketika anak berusia 1 tahun mempunyai 6-8 gigi susu (tapi kadang ada juga yang hanya 2 gigi walaupun tanpa disertai keluhan pertumbuhan) dan akan menjadi lengkap berjumlah 20 gigi susu (4 gigi seri atas-bawah, 2 gigi taring kanan-kiri di atas-bawah, dan 4 geraham kiri-kanan di atas-bawah) pada usia 18 bulan atau 2 tahun. Kendati erupsi gigi pertama terjadi pada usia 6-8 bulan, namun masih belum bisa dikatakan terlambat apabila di atas usia tersebut belum juga keluar gigi pertama. Karena, normalnya erupsi gigi terjadi pada usia 6-12 bulan. Lain halnya bila si anak sudah berusia lebih dari setahun tapi belum juga terjadi erupsi gigi, maka perlu diketahui penyebabnya, ini apa bila anak belum sama sekali tumbuh giginya. 

Kemungkinan keterlambatan itu karena ada kelainan pertumbuhan gigi atau pertumbuhan gigi yang tak sempurna. Misalnya, anak tidak mempunyai benih gigi, sehingga ditunggu sampai usia berapa pun tak akan ada erupsi. Tentunya kelainan ini akan tetap berlanjut sampai dewasa, ia tak akan mempunyai gigi kecuali bila dibuatkan gigi susu. Tapi faktor yang menyebabkan terjadinya kelainan pertumbuhan ini tidak diketahui secara pasti dan bukan diakibatkan kekurangan suatu zat tertentu. Diduga, kelainan ini hanya ada pada daerah-daerah tertentu. Ada juga ditemui kasus yang dikarenakan perkawinan, misalnya, keturunan suatu keluarga. Sementara erupsi gigi yang terjadi lebih dini juga dikatakan kelainan pertumbuhan. karena seharusnya erupsi gigi itu menurut normal perkembangannya. Jadi kalau di luar normal perkembangannya, maka dikatakan ada kelainan. 

Erupsi gigi susu yang terjadi lebih dini termasuk kelainan pertumbuhandan perkembangan gigi. Contohnya, bayi yang pada saat lahir sudahmemiliki gigi (istilahnya gigi natal). Tumbuhnya tidak tentu, di bagiandepan atas atau bawah tapi jarang di bagian belakang. Banyaknya satubuah. Ada juga erupsi gigi dini yang terjadi baru pada bulan pertamasetelah kelahiran (istilahnya gigi neonatal). Pada kasus keduanya, belum tentu bayi mengalami gejala sakit tumbuh gigi.Tapi tak semua gigi yang erupsinya lebih dini adalah betul-betul gigi dengan memiliki akar gigi. Ada juga yang bukan gigi betulan tapi semacam epitel atau tonjolan dari gusi yang keras seperti gigi tapi tak ada akarnya. Nah, pada kasus ini mesti dilihat apakah mengganggu atau tidak. Kalau dianggap mengganggu, maka mesti dibuang. Tapi kalau tidak, ya, tak apa-apa. Yang dimaksud mengganggu, misalnya, gigi tersebut goyang karena memang belum mantap, sehingga si bayi merasa sakit dan membuatnya rewel. Tentunya kalau gigi tersebut goyang dikhawatirkan akan lepas sendiri sehingga bila tertelan oleh si bayi. Jadi, harus dicabut. Begitupun bila sang gigi membahayakan si ibu pada saat menyusui. Karena gigi tersebut tajam dan akan membahayakan puting susu karena luka gigitan. 

Beberapa gejala pada anak pada saat giginya tumbuh (erupsi):

  • Gatal pada gusi

Ini paling sering dialami. Rasa gatal ini membuat anak sering menggigitbenda yang dipegangnya. Untuk mengatasinya berikan biskuit bayi yangagak keras tapi akan hancur terkena air liur, sehingga tidakmembahayakan. Atau bisa juga diberi mainan khusus bayi untukdigigit-gigit yang aman dari zat beracun.

  • Rewel

Keadaan gatal pada gusi membuat bayi merasa tak nyaman. Akibatnya bayiyang baru tumbuh gigi hampir selalu rewel.

  • Gusi tampak kemerahan

  •  Tidak nafsu makan

Perasaan tak enak di mulut karena tumbuh gigi bisa membuat anak malasmakan atau mengunyah. Meski demikian anak tetap harus makan.

  • Demam

Biasanya tidak sampai demam tinggi. Bila demamnya cukup tinggi, bawalahanak ke dokter untuk mengecek apakah demamnya memang disebabkan akantumbuh gigi atau ada penyebab lain.

Manfaat Teether




Sahabat Klinik Cinta Ananda,

Apakah si kecil sekarang sudah mulai menunjukkan minat untuk menggigit sesuatu?
Berikanlah alat yang tepat jangan sampai si kecil sembarangan menggigit apapun yang dia pegang. Ada satu alat untuk menyalurkan kegemaran si kecil dalam "sensasi gigit menggigit". Namanya yaitu TEETHER.
Teether atau gigit-gigitan bayi tidak hanya sekadar mainan tapi juga sebagai media perangsang pertumbuhan gigi bayi, di samping dapat merangsang keterampilan motorik halus. Memasuki usia 4-6 bulan, umumnya bayi mendapatkan gigi pertamanya. Nah, saat ini merupakan masa-masa yang tidak mengenakkan. Rasanya bertingkat dari yang tidak nyaman hingga nyeri. Akibat proses dalam gusi inilah perilaku bayi kadang berubah. Ada yang menjadi demam, sulit tidur, ngeces berlebihan bahkan senang menggigit apa saja yang ada di dekatnya. Dengan menggigit sesuatu, bayi dapat “melupakan” rasa tidak nyaman di mulutnya.
Teether diberikan saat bayi sudah mampu menggenggam sesuatu. Ada banyak ragam teether mulai bentuk, ukuran hingga warna. Umumnya bahan yang digunakan adalah lateks, yang tergolong aman untuk bayi dan terasa lembut bila digigit. Bagian dalamnya ada yang berisi air atau gel. Teether berisi gel lebih disarankan ketimbang berisi air karena akan terasa lebih dingin ketika digigit.
Agar tetap higienis, cucilah teether setelah digunakan dan perhatikan aturan mencuci yang tertera pada kemasan. Keringkan dengan kain bersih dan simpanlah di dalam wadah khusus yang aman dan bersih. Teether dapat disimpan di kulkas (jangan di freezer karena justru akan merusaknya) sehingga ketika digigit akan terasa dingin dan lebih lembut. Rasa dingin sekaligus berfungsi mengurangi rasa gatal dan nyeri pada gusi bayi.

Minggu, 28 Agustus 2011

Kejang Pada Anak


Sahabat Klinik Cinta Ananda,
Seringkali kita dihadapkan pada situasi yang sangat panik disaat anak kita mengalami kejang. Sebenarnya kejang itu apa sih? Yuk kita sama-sama pelajari bagaimana sebenarnya kejang itu.
KEJANG demam adalah penyakit  pada anak yang disebabkan oleh demam. Umumnya, sekitar 2% sampai 5% anak berumur antara enam bulan sampai lima tahun mengalami demam ini. Namun tidak sampai menginfeksi otak anak.
Apa yang harus dilakukan bila anak mengalami kejang demam? Walaupun kejang demam terlihat sangat menakutkan, sebenarnya jarang sekali terjadi komplikasi berat. Yang paling penting (dan paling sulit) adalah untuk tetap tenang.
  • Lihat jam untuk menentukan berapa lama kejang berlangsung. Jangan memasukkan sendok atau jari ke dalam mulut anak untuk mencegah lidahnya tergigit. Hal ini tidak ada gunanya, justru berbahaya karena gigi dapat patah atau jari luka.
  • Miringkan posisi anak sehingga ia tidak tersedak air liurnya. Jangan mencoba menahan gerakan anak. Turunkan demam dengan membuka baju dan menyeka anak dengan air sedikit hangat. Setelah air menguap, demam akan turun.
  • Jangan memberi kompres dengan es atau alkohol karena anak akan menggigil dan suhu di dalam tubuh justru meningkat, walaupun kulitnya terasa dingin. Bila ada, Anda dapat memberikan diazepam melalui anus. Untuk anak dengan berat badan kurang dari 10 kg dapat diberikan obat, sebagian besar kejang demam akan berhenti sendiri sebelum lima menit.
Apakah anak perlu masuk rumah sakit? 
Bila kejang berlangsung kurang dari lima menit, kemudian anak sadar dan menangis, biasanya tidak perlu dirawat. Bila demam tinggi, kejang berlangsung lebih dari 10-15 menit, kejang berulang atau anak tidak sadar setelah kejang berhenti. Anda harus membawanya untuk dirawat.
Untuk membantu menentukan apa yang akan terjadi pada anak dikemudian hari, kejang demam dibagi dalam kejang demam sederhana dan kejang demam kompleks.
Kejang demam sederhana adalah bila kejang berlangsung kurang dari 15 menit dan tidak berulang pada hari yang sama, sedangkan kejang demam kompleks adalah bila kejang hanya terjadi pada datu sisi tubuh, berlangsung lama lebih dari 15 menit atau berulang dua kali atau lebih dalam satu hari.
Kejang demam sederhana tidak menyebabkan kelumpuhan, meninggal atau mengganggu kepandaian. Risiko untuk menjadi epilepsi di kemudian hari juga sangat kecil, sekitar 2% hingga 3%. Risiko terbanyak adalah berulang kejang demam, yang dapat terjadi pada 30 sampai 50% anak. Risiko-risiko tersebut lebih besar pada kejang demam kompleks.
Rekaman otak atau electroencephaiografi (EEG) biasanya tidak likakukan secara rutin, karena tidak berguna untuk memperkirakan apakah kejang akan berulang kembali, juga tidak dapat memperkirakan apakah akan terjadi epilepsi di kemudian hari. Pemeriksaan CT scan atau MRI juga tidak perlu dilakukan.
Untuk anak dengan kejang demam kompleks atau anak mengalami kelainan saraf yang nyata, dokter akan mempertimbangkan untuk memberikan pengobatan dengan anti kejang jangka panjang selama 1-3 tahun. Obat yang digunakan misalnya phenobarbital yang sangat efektif untuk mencegah berulangnya kejang, namun menyebabkan anak menjadi hiperaktif.
Obat lain misalnya asam valproat, sama efektifnya untuk mencegah berulangnya kejang namun mempunyai efek samping mengganggu fungsi hati, terutama pada anak berumur kurang dari 2 tahun. Dokter akan memberi anda pilihan yang terbaik

Selasa, 21 Juni 2011

Bayi Bunda Alergi Susu ??


Sahabat Klinik Cinta Ananda,

Susu formula sebagai salah satu pemenuh kebutuhan gizi si kecil tak jarang menimbulkan alergi. Lantas apa yang menyebabkannya?
Reaksi alergi ini disebabkan oleh protein susu sapi. Kebanyakan kasus timbul pada bulan-bulan pertama ketika bayi mulai diperkenalkan dengan susu formula.

  • Gejala-gejala Alergi Susu
Gejala alergi protein susu sapi biasanya muncul ketika bayi masih berumur beberapa bulan. Dia bisa mengalami gejala yang sangat cepat setelah diberi susu formula atau disebut dengan Rapid Onset. Atau baru muncul setelah 7-10 hari usai mengkonsumsi protein susu sapi yang biasa disebut Slower Onset. Reaksi yang lambat muncul ini lebih umum terjadi. Gejala-gejalanya seperti :
  1. BAB yang encer (mungkin mengandung darah)
  2. Muntah
  3. Menutup Mulut
  4. Menolak Makanan
  5. Rewel karena Kolik
  6. Ruam Kulit
Reaksi seperti diatas memang sulit di diagnosis karena gejala-gejala yang sama juga bisa muncul pada kondisi kesehatan lainnya. Sedangkan reaksi alergi kilat biasanya berupa rewel, muntah, nafas berbunyi seperti peluit, membengkak, bercak-bercak gatal di permukaan kulit dan diare berdarah. dalam kasus yang jarang, juga bisa terjadi reaksi alergi yang hebat yang disebut ANAPHYLAXIS dan mempengaruhi kulit, perut, pernafasan, dan tekanan darah bayi. 
  • Panaskan Susu Agar Anak Tidak Alergi
Sekitar 75 %  anak-anak penderita alergi susu sapi akan mampu menoleransi kalau susu itu dipanaskan. Begitulah kesimpulan penelitian yang diungkapkan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology.
"Anak-anak alergi susu menghasilkan antibodi yang bereaksi melawan protein susu sehingga sistem kekebalan tubuhnya mengenali protein ini sebagai benda asing,". Anak-anak yang berhasil mengatasi alerginya masih tetap memiliki antibodi tersebut, hanya saja protein yang memicu alergi hampir seluruhnya bisa diruntuhkan dalam suhu tinggi. 
  • Susu Formula Alternatif : Hipoalergenik
Kalau bayi alergi susu, dokter akan menyarankan suatu jenis susu lain, semisal susu kedelai. Tak jarang ada juga bayi yang alergi susu sapi sekaligus susu soya. Bayi yang alergi terhadap kedua sumber protein ini biasanya disarankan mengkonsumsi susu alternatif yaitu golongan susu hipoalergenik.
Sementara susu formula hidrolisa atau susu elemental kandungan lemaknya sudah diperkecil. Selain itu kandungan protein kaseinnya sudah dipecah menjadi asam amino. Jadi kandungan bukan lagi protein melainkan "bangunan" protein yang paling kecil. Biasanya pada kemasannya bertuliskan HA atau hipoalergenic. Susu jenis ini memang khusus untuk bayi yang alergi.
Tentu saja pemberian susu ini harus dengan sepengetahuan dokter. Yang juga perlu diperhatikan adalah indikasi penyakit lain, kandungan apa saja yang harus dihindari dan berapa takaran seharusnya.

Menyapih ASI dan Susu Botol, Yuk..!


Sahabat Klinik Cinta Ananda,
Urusan menyapih acapkali merepotkan ibu. Asal Anda tahu triknya, soal menyapih pun bisa menjadi beres. Berikut ini ada beberapa saran praktis yang tak ada salahnya kita coba.

  • Beri Jeda Waktu menyesuaikan Diri
Arti menyapih adalah mengurangi pemberian ASI  pada ibu. dan mulai memperkenalkan bayi pada jenis makanan lain. Dari jenis makanan ccair menuju makanan bertekstur. Ibu harus berpedoman pada pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan. Di atas 6 bulan sebetulnya bayi bisa disapih. Tapi bukan berarti lepas sama sekali dari menyusui. ASI masih memegang peranan penting hingga usia 2 tahun. Seharusnya bayi diatas 2 tahun sudah bisa disapih. Memang ASI masih menjadi makanan utama, tapi perlu asupan MPASI agar tumbuh kembang anak menjadi optimal.
  • Harus Konsisten
Pada awal penyapihan, Anda akan menjumpai nafsu  makan anak terganggu. Misalnya anak makannya lambat, terlalu lama diemut dalam mulut, lalu anak gampang rewel. Akhirnya Anda pun tak tega dan kembali memberikan ASI. Menghadapi hal seperti itu, Anda mesti menggunakan win-win solution. Seperti sejak awal, anak mendapat asupan ASI full selama 6 bulan, berikan variasi makanan. Seiring hal itu, kurangi pula jam-jam ASI dan coba berikan MPASI.
  • Diperlukan Kesabaran
Yang terpenting adalah kedekatan psikologis orangtua dengan anak. Usahakan dalam proses penyapihan, hindari kata-kata umpatan, marah, hardikan, bentakan apalagi hingga menyakiti fisik, misalnya mencubit, memukul, dsb. Sebab pada tingkat tertentu, anak pun akan melawan dan akhirnya dia tidak mau makan dan minum sama sekali.
  • Kalo Si Kecil Doyan Dot
Memang dot bentuknya mirip puting ibu. Tapi hati-hati bila si kecil ketagihan dot. Sebab dot yang tidak hygienis bisa menyebabkan radang mulut, faring hingga infeksi saluran telinga. Jadi ada baiknya Anda membiasakan si kecil memakai training cup atau bisa juga minum dari gelas yang diberi sedotan. Usahakan usia 2 tahunan sudah lepas dot.

Minggu, 19 Juni 2011

Bayi Tak Mau ASI, Jangan Panik..!



Air susu ibu adalah makanan terbaik untuk bayi, dan tak ada makanan bisa menggantikan kandungan nutrisi dari ASI. Namun seringkali, saat proses Inisisasi Menyusu Dini atau IMD banyak bayi baru lahir enggan menyusu dan tidak kenal dengan puting susu ibu. 

Jika hal ini Anda alami sesaat setelah melahirkan jangan putus asa. Usahakan untuk terus memberikan ASI pada bayi. Selain lewat IMD, mengenalkan puting susu pada bayi juga harus Anda lakukan sesering mungkin.

Banyak ibu menjadi putus asa saat bayi tak juga mau ASI. Jangan langsung putus asa jika bayi tak mau menyusu, Anda harus terus berusaha mencoba mendekatkan puting dengan bayi. Hal ini normal dan lambat laun bayi akan mengenal puting. 
Untuk itu, penting bagi para kaum wanita yang tengah berencana memiliki bayi atau wanita yang sedang hamil, mempersiapkan diri menambah pengetahuan seputar ASI. Agar tak gugup dan mengahadapi bayi yang tak mau menyusui, Anda perlu mengenali lima perilaku sebelum bayi berhasil menyusui (Pre Feeding Behavior):

Perilaku pertamaDalam 30 menit pertama setelah lahir, bayi biasanya dalam fase diam siaga. Bayi diam tak bergerak dan sesekali membuka lebar matanya. Fase ini merupakan penyesuaian peralihan dari keadaan dalam kandungan ke keadaan luar kandungan.

Perilaku kedua
Dalam 30-40 menit berikutnya, bayi akan mengeluarkan suara, menggerakkan mulut seperti mau minum, menjilat serta mencium tangannya yang basah oleh cairan ketuban.

Bau ini sama dengan bau cairan yang dikeluarkan payudara ibu. Bau dan rasa ini yang akan membimbing bayi mulai merayap untuk menemukan payudara dan puting susu ibu

Perilaku ketiga

Bayi mulai merayap bergerak ke arah payudara, kaki menendang-nendang perut ibu, menjilat-jilat kulit ibu dan menghentak-hentakkan kepalanya ke dada ibu sambil menoleh ke kiri dan kekanan. Selanjutnya tangan bayi mulai menyentuh daerah putting susu

Perilaku keempat
Secara naluriah bayi akan mengeluarkan air liur ketika mencium bau payudara ibu.

Perilaku kelima
Ketika menemukan puting susu, bayi akan menjilat,mengulum puting, membuka mulut lebar dan melekat dengan baik pada puting susu ibu.
Jika bayi tak juga mau menyusu meski setelah IMD, jangan panik.  Bayi bisa 3 hari bertahan tanpa ASI atau makanan lainnya. Jangan panik dan gegabah memberikan susu formula, karena bayi masih memiliki cadangan energi, meski efeknya kulit bayi akan kuning, namun, kondisi ini wajar.

Senin, 13 Juni 2011

Mengajar Bayi Membaca (Metode Glenn Doman) Part 2



  • Hari Pertama
Gunakan tempat bagian rumah yang paling sedikit terdapat benda-benda yang dapat mengalihkan perhatian, baik pendengarannya maupun penglihatannya. Misalnya, jangan ada radio yang dibunyikan.
1. Tunjukkan kartu bertuliskan IBU/AYAH atau yang lainnya
2. Jangan sampai ia dapat menjangkaunya
3. Katakan dengan jelas 'ini bacaannya IBU/AYAH'
4. Jangan jelaskan apa-apa
5. Biarkan dia melihatnya tidak lebih dari 1 detik
6. Tunjukkan 4 kartu lainnya dengan cara yang sama
7. Jangan meminta anak mengulang apa yang anda ucapkan
8. Setelah kata ke-5, peluk, cium dengan hangat dan tunjukkan kasih sayang dengan cara yang menyolok
9. Ulangi 3 kali dengan jarak paling sedikit 1,5 jam

  • Hari Kedua
1. Ulangi pelajaran dasar hari pertama 3 kali
2. Tambahkan lima kata baru yang harus diperlihatkan 3 kali sepanjang hari kedua. Jadi ada 6 pelajaran
3. Jangan lupa menunjukkan rasa bangga anda
4. Jangan lakukan test, belum waktunya !

  • Hari Ketiga
1. Lakukan seperti hari ke-2
2. Tambahkan lima kata baru seperti hari kedua sehingga menjadi 9 pelajaran

Hari keempat, kelima, keenam ulangi seperti hari ketiga tanpa menambah kata-kata baru.

  • Hari Ketujuh
Beri kesempatan pada anak untuk memperlihatkan kemajuannya:
1. Pilih kata kesukaannya
2. Tunjukkan kepadanya dan ucapkan denga jelas 'ini apa?'
3. Hitung dalam hati sampai sepuluh, Jika anak anda mengucapkan, pastikan anda gembira dan tunjukkan kegembiraan anda Jika anak anda tidak memberikan jawaban atau salah, katakan dengan gembira apa bunyi kata itu dan teruskan pelajarannya.

Ancaman
Kebosanan adalah satu-satunya ancaman. Jangan sampai anak menjadi bosan. "Mengajarnya terlalu lambat akan lebih cepat membuatnya bosan daripada mengajarnya terlalu cepat"

Pada tahap pertama ini, dua hal luar biasa telah anda lakukan:
1. Dia sudah melatih indera penglihatan, dan yang lebih penting: dia telah melatih otaknya cukup baik untuk dapat membedakan bentuk tulisan yang satu dengan yang lainnya.
2. Dia sudah menguasai salah satu bentuk abstraksi yang paling luar biasa dalam hidupnya: dia dapat membaca kata-kata. Hanya ada satu lagi abstraksi besar harus dikuasainya, yaitu huruf-huruf dalam abjad.

TAHAP KEDUA : (kata-kata diri)
Kita mulai mengajarkan anak membaca dengan menggunakan kata-kata 'diri' karena anak memang mula-mula mempelajari badannya sendiri.
1. Ukuran karton 12,5 tinggi dan 60 cm panjang
2. Ukuran huruf 10 cm tinggi dan 7,5 cm lebar dengan jarak 1 cm
3. Huruf dan warna seperti tahap pertama
4. Buat 20 kata-kata tentang dirinya, misalnya: tangan kaki gigi jari kuku lutut mata perut
lidah pipi kuping dagu dada leher paha siku hidung jempol rambut bibir
5. Dari 3 kelompok kata masing-masing 5 kata di tahap awal, ambil masing-masing 1 kata lama dan tambahkan dengan 1 kata baru di tahap kedua
6. Dari 20 kata baru pada tahap kedua, ambil 10 kata dan jadikan 2 kelompok kata masing-masing 5 kata

7. Jadi sekarang anda memiliki:
- 3 kelompok kata dari tahap pertama yang sudah ditambah kata-kata baru
- 2 kelompok kata baru dari tahap kedua
- total 5 kelompok kata = 25 kata
8. Lakukan seperti tahap pertama
9. Setelah 5 hari ganti 1 kata dari masing-masing kelompok dengan kata baru, sehingga anak mempelajari 5 kata baru.
10. Setelah itu setiap hari ganti 1 kata lama dari masing-masing kelompok data dengan 1 kata baru. Dengan demikian setiap hari anak belajar 5 kata baru masing-masing satu dalam setiap
kelompok kata, dan 5 kata lama diambil setiap harinya.

TIPS:
1. Usahakan jangan ada 2 kata yang dimulai dengan yang sama secara berurutan, misalnya 'lidah' dengan 'lutut'
2. Anak-anak usia 6 bulan sudah bisa diajarkan. Lakukan dengan cara yang persis sama kalau anda mengajarnya berbicara
3. Ingat, membaca bukan berbicara
4. Usaha mengajar bayi membaca dapat membaca dapat mempercepat berbicara dan memperluas perbendaharaan kata.

TAHAP KETIGA : (kata-kata 'rumah')
Sampai tahap ini, baik orang tua maupun anak harus melakukan permainan membaca ini dengan kesenangan dan minat besar. Ingatlah bahwa anda sedang menanamkan cinta belajar dalam diri anak anda, dan kecintaan ini akan berkembang terus sepanjang hidupnya. Lakukan permainan ini dengan gembira dan penuh semangat.
1. Ukuran karton 7,5 cm tinggi dan 30 cm panjang
2. Ukuran huruf 5 cm tinggi dan 3,5 cm lebar dengan jarak lebih dekat
3. Huruf dan warna seperti tahap tahap kedua
4. Terdiri dari nama-nama benda di sekeliling anak serta lebih dari 2
suku kata, misalnya: kursi, meja, dinding, lampu, pintu, tangga,
jendela, dll
5. Gunakan cara pada tahap kedua dengan setiap hari menambah
5 kata baru dari tahap ke tiga
6. Setelah kata benda, masukkan kata milik, misalnya: piring, gelas,
topi, baju, jeruk, celana,sepatu, dll.
7. Setelah itu masukkan kata perbuatan, misalnya: duduk,
berdiri, tertawa, melompat, membaca, dll
8. Pada tahap kata perbuatan , agar lebih menarik, sambil
menunjukkan kata tersebut, anda praktekkan sambil katakana 'Ibu
melompat', 'kakak melompat', dsb

TAHAP KEEMPAT :
1. Ukuran kartu 4 cm tinggi dan 20 cm panjang
2. Ukuran huruf 5 cm
3. Huruf kecil, warna hitam
4. Tunjukkan kata demi kata seperti tahap sebelumnya lalu gabungkan misalnya
'ini' dan kata 'bola' menjadi 'ini bola'.
5. Lakukan beberapa kata beberapa kali setiap hari.

TAHAP KELIMA : (susunan kata dalam kalimat)
1. Pilihkan buku sederhana dengan syarat :
Perbendaharaan kata tidak lebih dari 150 kata Jumlah kata dalam 1 halaman tidak lebih dari 15-20 kata
Tinggi huruf tidak kurang dari 5 mm
Sedapat mungkin teks dan gambar terpisah.
Carilah yang mendekati persyaratan tersebut

2. Salinlah kata-kata yang ada setiap halaman tersebut ke dalam satu kartu kira-kira ukuran 1 kertas A4. Huruf hitam, ukuran tinggi huruf 2,5 cm. Jumlah kartu 'susunan kata-kata' sama dengan jumlah halaman buku. Ukuran kartu harus sama walaupun jumlah kata tidak sama. Sekarang anda sudah mempunyai kartu-kartu dengan kata-kata yang ada dalam setiap halaman buku yang akan dibaca anak. Lubangi sisi kartu-kartu untuk dijilid menjadi sebuah buku yang isinya sama namun ukurannya lebih besar.

3. Bacakan kartu demi kartu pelan-pelan, sehingga anak belajar kalimat demi kalimat.
4. Bacakan dengan ekspresi sesuai dengan kalimat bacaan.
5. Lakukan secara rutin, minimal 5 kartu sebanyak 3 kali selama 5 hari.
6. Ketika membaca kartu pada hari lainnya, kartu yang lama sebaiknya diulang. Setelah selesai kartu-kartu dibaca, simpanlah beurutan di dalam sebuah map atau dibinding deperti buku.
7. Pada saat selesai 1 buku, berilah ijazah yg ditandatangani ibu, yg menyatakan bahwa pada hari ini, tanggal ini, pada usia anak sekian, telah selesai dibaca buku ini.

TAHAP KEENAM : (susunan kata dalam kalimat)
Pada tahap ini, anak sudah siap membaca buku yg sebenarnya, karena dia sudah 2 kali melakukan hal itu. Perbedaan ukuran huruf dari 5 cm (Tahap 4), 2,5 cm (Tahap 5) dan 5 mm (Tahap 6 ini) adalah sangat berarti khususnya bagi anak yang masih sangat muda, karena itu juga berarti anda membantu mendewasakan dan memperbaiki indera penglihatannya.

Kunci Keberhasilan
1. Jangan membosankan anak
2. Jangan memaksa anak
3. Jangan tegang
4. Jangan mengajarkan abjad terlebih dahulu
5. Bergembiralah
6. Ciptakan cara baru
7. Jawablah semua pertanyaan anak
8. Berilah buku bacaan yang bermutu

Penutup
Pada dasarnya anak memiliki kemampuan yang luar biasa, khususnya pada usia yg semakin kecil. Hanya diperlukan perhatian, kemauan,ketekunan serta yang utama kasih sayang orangtua untuk membuatnya mampu mengeluarkan potensinya yg luar biasa tsb.


Keinginan orangtua pada umumnya adalah :
1. Menginginkan anak mereka bahagia di dalam hidupnya dengan
menjadikan anak mereka tangguh dan siap bersaing.
2. Untuk itu dibutuhkan anak yg cerdas baik rasional maupun
emosional serta rasa ingin tahu yang besar.
3. Anak dapat diketahui rasa ingin tahunya yang besar dari banyaknya
pertanyaan yg diajukannya.
4. Untuk memuaskan rasa ingin tahunya, anak harus dibimbing supaya
suka membaca.
5. Agar anak suka membaca, dibutuhkan kemampuan membaca dan sarana
untuk membaca yang tidak lepas dari buku.

Jadi, dengan buku yg merupakan "JENDELA ILMU", anak akan mampu membuka cakrawala kehidupan masa depannya dengan keceriaan.

"Selamat berkarya untuk anak-anak tercinta !"

Sumber: Buku "Mengajar Bayi Membaca" - Glenn Doman