Tampilkan postingan dengan label Asma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asma. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Mei 2011

Manfaat Oyong Atau Gambas bagi Kesehatan

Sahabat Klinik Cinta Ananda,

Sayur oyong tentu tak asing bagi masyarakat Indonesia. Oyong yang memiliki nama latin, Luffa Cylindrica sering pula dikenal dengan gambas atau ceme. Buahnya bersiku-siku memanjang kulitnya keras layaknya katus sedangkan dagingnya lunak dan halus berwarna hijau.Tak berbeda dengan komoditas lainya, oyong tumbuh subur di daerah penggunungan.
Sayangnya, masih banyak orang yang tidak memahami manfaat oyong untuk mengobati berbagai penyakit. Salah satu daerah yang tahu akan khasiat Oyong adalah Jawa Barat.

Lantas apa rahasia dibalik khasiat oyong? Kandungan Cucurbitasin jawabannya. Kandungan senyawa cucurbitasin dalam biji oyong berperan dalam menurunkan gula darah. Beragam penelitian memang membuktikan senyawa yang terkandung pada anggota famili Cucurbitaceae ini sebagai antidiabetes
Tak hanya berkasiat bagi diabetes, oyong dapat menyembuhkan penyakit semisal, Radang usus, asma hingga meningkatkan air susu ibu (ASI). Berikut langkah yang perlu dilakukan :
  • Bagi penderita radang usus, disarankan ambil oyong yang sudah tua secukupnya. Potonglah oyong hingga kering dan tumbuklah hingga halus. Setiap 20 gram bubuk oyong diseduh air panas setengah gelas dan minumlah 1-2 kali sehari.
  • Bagi penderita asma, ambil oyong muda beserta tangkainya dan buatlah jus. Minumlah jus oyong ini 2 kali sehari secara teratur.
  • Sedangkan, untuk radang tenggorokan, bisa mengkonsumsi satu buah oyong muda dalam bentuk jus dan tambahkan ke dalamnya gula batu atau gula pasir. Minumlah 2-3 kali sehari secara teratur.
  • Oyong juga berkhasiat menambah volume Air Susu Ibu. Caranya, buah oyong dan bijinya dipanggang, lalu ditumbuk halus. Seduhlah setiap 6 gram bubuk oyong dengan setengah gelas air panas, minumlah 1-2 kali sehari.
  • Untuk anak-anak yang menderita cacingan bisa disembuhkan dengan mengkonsumsi biji oyong hitam 30 gram sedangkan untuk dewasa 40-50 gram. Oyong ditumbuk halus, seduhlah bubuk biji oyong itu dengan air panas secukupnya, minumlah sehari sekali.
  • Penderita radang kelenjar telinga juga bisa memanfaatkan oyong sebagai obat alternatif. Caranya, Ambil oyong 500 gram dipotong kecil-kecil dan campurkan dengan daun sambiloto sebanyak 50 buah. rebuslah kedua bahan itu dengan air 2 liter, biarkan hingga air rebusan tersisa 500 cc, dan minumlah 2-3 kali sehari.
  • Untuk melancarkan peredaran darah, ambil oyong 205 gram dan jamur kuping hitam 20 gram, masaklah sesuai selera dan masakan tersebut berkhasiat untuk melancarkan peredaran darah. 

Tertarik, selamat mencoba. (berbagai sumber)

Kamis, 10 Februari 2011

6 Cara Rumah Sehat & Bebas Nyamuk

Rumah yang tidak sehat sangat disukai nyamuk untuk bersarang dan berkembang biak, sehingga bisa menyebabkan berbagai penyakit mematikan seperti Demam Berdarah dan Malaria. Bagaimana membuat rumah bebas nyamuk?

Berikut 6 cara untuk membuat rumah sehat dan bebas nyamuk:


1. Maksimalkan sirkulasi udara dan cahaya alami
Nyamuk sangat suka bersarang di lingkungan yang lembab, dingin dan gelap. Upayakan agar bangunan rumah memiliki sirkulasi udara dan bukaan pencahayaan alami yang cukup, sehingga mampu memberi akses udara dan sinar matahari ke dalam ruangan.

Penggunaan genteng kaca, glassblock dan fiber transparan dapat memaksimalkan pencahayaan alami di kamar mandi dan mengurangi potensi tempat-tempat gelap sebagai sarang nyamuk.

Rumah yang sehat dan bebas nyamuk adalah rumah yang tetap memiliki halaman dan bukan rumah yang keseluruhan luasnya dipergunakan sebagai ruang yang tertutup sehingga menjadi gelap dan sumpek.

2. Hilangkan genangan air di sekitar rumah yang bisa menjadi tempat berkembang biak
Tempat penampungan air seperti bak mandi, WC, ember, tempayan, vas bunga, tatakan pot bunga harus dikuras dengan rutin seminggu sekali dan ditutup dengan rapat.

Sampah dan barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti kaleng bekas, botol, plastik dan ban bekas dapat dimanfaatkan kembali atau didaur ulang. Selokan di rumah harus diperhatian agar tetap mengalir dan bebas dari sampah. Talang penampung air hujan juga harus dibersihkan dengan rutin agar bebas dari sampah dan air hujan tidak tergenang sehingga dapat menjadi medium pembiakan nyamuk.

Jika genangan air tersebut tidak bisa dihilangkan, maka masukkan bubuk pembunuh jentik (larvasida atau abate). Kolam di taman dapat diberi beberapa ekor ikan sebagai predator alami larva nyamuk.

3. Jaga kebersihan rumah dan lingkungan
Jangan biasakan menggantung baju bekas pakai di gantungan dalam waktu lama, terutama di belakang pintu, karena nyamuk sangat menyukai bau keringat manusia. Bila memiliki hewan ternak, sebaiknya ternak ditempatkan terpisah dari rumah tinggal atau dibuatkan kandang tersendiri.

4. Pangkas tanaman yang terlalu rimbun

Tanaman-tanaman yang berdaun rimbun di sekitar rumah memang memberi suasana teduh, segar dan alami. Akan tetapi sebaliknya, lokasi tersebut juga akan menjadi hunian yang disukai nyamuk. Untuk itu, pangkaslah daun-daun yang terlalu rimbun secara berkala untuk mencegah menjadi tempat hunian nyamuk.

Beberapa jenis tanaman seperti Lavender, Akar Wangi, Geranium, Zodia dan Selasih memiliki aroma yang sangat dibenci oleh nyamuk.

5. Cegah nyamuk masuk dengan memasang kelambu, tirai atau kasa nyamuk
Untuk mencegah nyamuk memasuki rumah, tirai atau kasa nyamuk dapay dipasang pada lubang-lubang ventilasi, jendela atau pintu. Kelambu juga dapat digunakan sewaktu tidur untuk mencegah gigitan nyamuk.

6. Gunakan anti nyamuk yang efektif
Untuk memaksimalkan perlindungan terhadap nyamuk, gunakan anti nyamuk yang efektif. Pilihlah anti nyamuk yang aman bagi kesehatan keluarga dan bacalah petunjuk pemakaian secara seksama sebelum menggunakannya.

Penempatan anti nyamuk juga harus diperhatikan sepaya dapat efektif mengusir nyamuk, serta yang terpenting tidak mengganggu kesehatan penggunanya.

Rabu, 22 Desember 2010

Fakta VS Mitos seputar Asma pada Anak-Anak

Kita sering mendengar banyak pendapat atau mitos turun–temurun mengenai penyakit asma pada anak. Namanya juga mitos, ada yang memang secara medis benar, tetapi sebagian besar tidak benar sehingga menyebabkan pemahaman yang salah tentang asma. Berikut ini adalah mitos-mitos seputar penyakit asma pada anak, disertai pembahasan kebenaran mitos tersebut.
1. Asma merupakan penyakit menular
Tidak benar. Penyakit menular adalah penyakit yang disebabkan oleh masuknya bibit penyakit ke dalam tubuh dan dapat ditransmisikan ke orang lain. Asma bukan merupakan penyakit menular sehingga penderita asma tidak perlu dijauhi.
2. Asma merupakan penyakit keturunan
Memang benar bahwa seringkali didapatkan orangtua yang menderita asma anaknya kemudian juga menderita asma, namun tidak selalu terjadi demikian. Terkadang orangtua penderita asma, anaknya bukan atau sebaliknya. Asma merupakan salah satu manifestasi penyakit alergi. Sifat alergi inilah yang diturunkan dari orangtua ke anaknya tetapi bentuk penyakit alerginya tidak selalu sama. Manifestasi alergi yang muncul bisa bermacam-macam, misalnya kaligata (biduran), alergi seafood, alergi obat, pilek alergi (rinitis alergi), eksim, sedangkan bila bermanifestasi di saluran pernapasan bisa terjadi asma. Sehingga kadang orangtua alergi obat, anaknya menderita asma.
3. Pergi ke pantai dapat menyembuhkan asma
Tidak benar. Tinggal di daerah pantai yang udaranya bersih memang bisa membuat penderita asma terkontrol gejalanya sehingga kelihatan sembuh. Bila hanya sekali-sekali saja pergi ke pantai tidak berarti asmanya akan sembuh.
4. Asma tidak dapat disembuhkan
Benar dalam artian sifat alerginya akan terus menetap. Penderita asma yang terkontrol gejala asmanya dapat hidup dan beraktivitas seperti orang normal lainnya dalam waktu yang cukup lama. Namun demikian, bila suatu saat terpajan dengan pencetus dapat saja terjadi serangan asma kembali.
5. Bila sejak awal tidak diperkenalkan dengan es atau coklat maka sewaktu besar anak menjadi rentan jika mendapat es/coklat tersebut
Tidak benar. Seorang anak yang setiap minum es atau makan coklat timbul serangan batuk/sesak bukan karena tidak dibiasakan sewaktu kecil, tetapi pada dasarnya ia telah mempunyai riwayat alergi sehingga kedua hal tersebut menjadi faktor pencetus terbangkitnya reaksi alergi dalam tubuhnya. Bila memang hal itu terjadi maka untuk menghindari timbulnya serangan asma maka anak tersebut sebaiknya juga dihindarkan dari kedua hal tersebut.
6. Berenang dapat menyembuhkan asma
Tidak benar. Berenang merupakan salah satu olahraga yang dianjurkan untuk pasien asma, tetapi tidak berarti asmanya akan sembuh dengan berenang. Olahraga lain yang dapat meningkatkan kebugaran tubuh pasien akan sangat bermanfaat bagi pernapasan pasien.
7. Obat hirupan hanya digunakan untuk asma yang berat
Tidak benar. Ada obat hirupan yang ditujukan untuk meredakan serangan dan ada yang untuk pengendali. Anak dengan asma yang hanya sekali-sekali mendapat serangan ringan dapat menggunakan obat hirupan untuk meredakan serangannya.
8. Obat hirupan yang dipakai setiap hari dapat menimbulkan adiksi (ketergantungan)
Tidak benar. Obat asma hirupan tidak mengandung obat yang menyebabkan ketergantungan atau adiksi. Penghentian pemakaian obat pengendali hirupan yang tidak tepat dapat mengakibatkan serangan asma, tetapi bukan karena adiksi melainkan karena asmanya belum terkontrol.
9. Anak dengan asma tidak boleh berolahraga
Tidak benar. Anak dengan asma dapat berolahraga seperti teman sebayanya, namun bila serangan asmanya sering dipicu oleh aktivitas fisik maka dalam berolahraga harus didahului dengan pemanasan (warming-up) dan diakhiri dengan pendinginan yang baik. Bila perlu dapat memakai obat dahulu sebelum berolahraga. Selain itu perlu berhati-hati dalam olahraga yang perlu kecepatan tinggi misalnya sprint atau balap sepeda.
10. Steroid dalam obat hirupan dapat menyebabkan pengeroposan tulang atau maskulinisasi
Tidak benar. Steroid dalam obat hirupan untuk pengendali asma berbeda dengan steroid yang banyak digunakan oleh atlet untuk memperbesar ototnya. Dosis steroid hirupan yang digunakan juga sangat kecil sehingga efeknya tidak seperti bila steroid diberikan melalui obat minum atau suntikan. Penggunaan steroid hirupan jangka panjang sudah terbukti aman dan tidak menimbulkan efek samping berbahaya. Bila saat serangan diperlukan steroid yang diminum atau disuntik, pemberiannya hanya 3-5 hari sehingga tidak didapatkan efek samping pula.
Nah, jadi jelaskan bahwa banyak mitos yang selama ini diyakini ternyata keliru. Oleh sebab itu ubahlah pandangan yang salah tentang asma sehingga penanganan anak asma bisa tercapai secara lebih baik. Semoga bermanfaat ! Penulis : Nastiti Kaswandani IDAI.or.id