Tampilkan postingan dengan label anak-anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak-anak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 September 2012

KEJANG DEMAM PADA ANAK

Sahabat Klinik Cinta Ananda,
KEJANG demam adalah penyakit  pada anak yang disebabkan oleh demam. Umumnya, sekitar 2% sampai 5% anak berumur antara enam bulan sampai lima tahun mengalami demam ini. Namun tidak sampai menginfeksi otak anak.
Apa yang harus dilakukan bila anak mengalami kejang demam? Walaupun kejang demam terlihat sangat menakutkan, sebenarnya jarang sekali terjadi komplikasi berat. Yang paling penting (dan paling sulit) adalah untuk tetap tenang.
  • Lihat jam untuk menentukan berapa lama kejang berlangsung. Jangan memasukkan sendok atau jari ke dalam mulut anak untuk mencegah lidahnya tergigit. Hal ini tidak ada gunanya, justru berbahaya karena gigi dapat patah atau jari luka.
  • Miringkan posisi anak sehingga ia tidak tersedak air liurnya. Jangan mencoba menahan gerakan anak. Turunkan demam dengan membuka baju dan menyeka anak dengan air sedikit hangat. Setelah air menguap, demam akan turun.
  • Jangan memberi kompres dengan es atau alkohol karena anak akan menggigil dan suhu di dalam tubuh justru meningkat, walaupun kulitnya terasa dingin. Bila ada, Anda dapat memberikan diazepam melalui anus. Untuk anak dengan berat badan kurang dari 10 kg dapat diberikan obat, sebagian besar kejang demam akan berhenti sendiri sebelum lima menit.
Apakah anak perlu masuk rumah sakit? Bila kejang berlangsung kurang dari lima menit, kemudian anak sadar dan menangis, biasanya tidak perlu dirawat. Bila demam tinggi, kejang berlangsung lebih dari 10-15 menit, kejang berulang atau anak tidak sadar setelah kejang berhenti. Anda harus membawanya untuk dirawat.
Untuk membantu menentukan apa yang akan terjadi pada anak dikemudian hari, kejang demam dibagi dalam kejang demam sederhana dan kejang demam kompleks.
Kejang demam sederhana adalah bila kejang berlangsung kurang dari 15 menit dan tidak berulang pada hari yang sama, sedangkan kejang demam kompleks adalah bila kejang hanya terjadi pada datu sisi tubuh, berlangsung lama lebih dari 15 menit atau berulang dua kali atau lebih dalam satu hari.
Kejang demam sederhana tidak menyebabkan kelumpuhan, meninggal atau mengganggu kepandaian. Risiko untuk menjadi epilepsi di kemudian hari juga sangat kecil, sekitar 2% hingga 3%. Risiko terbanyak adalah berulang kejang demam, yang dapat terjadi pada 30 sampai 50% anak. Risiko-risiko tersebut lebih besar pada kejang demam kompleks.
Rekaman otak atau electroencephaiografi (EEG) biasanya tidak likakukan secara rutin, karena tidak berguna untuk memperkirakan apakah kejang akan berulang kembali, juga tidak dapat memperkirakan apakah akan terjadi epilepsi di kemudian hari. Pemeriksaan CT scan atau MRI juga tidak perlu dilakukan.
Untuk anak dengan kejang demam kompleks atau anak mengalami kelainan saraf yang nyata, dokter akan mempertimbangkan untuk memberikan pengobatan dengan anti kejang jangka panjang selama 1-3 tahun. Obat yang digunakan misalnya phenobarbital yang sangat efektif untuk mencegah berulangnya kejang, namun menyebabkan anak menjadi hiperaktif.

Jumat, 31 Agustus 2012

Yuk...Kita Uji Pendengaran Buah Hati Tercinta



Sahabat Klinik Cinta Ananda,
Perlu kita ketahui bersama bahwa anak belajar berbicara berdasarkan apa yang dia dengar. Dengan demikian gangguan pendengaran yang dialami anak sejak lahir akan mengakibatkan keterlambatan berbicara dan berbahasa. Bayi dengan fungsi pendengaran normal akan mengalami tahapan perkembangan bahasa dan berbicara (speech-language-auditory milestones) sebagai berikut:
* Bayi sampai usia 3 bulan.
Biasanya akan terbangun mendengar suara keras. Ia pun akan berkedip jika seseorang bertepuk di dekat telinganya.
* Usia 4 bulan.
Ia akan tenang mendengar suara ibunya. Selain mencari arah suara dari sumber yang tidak terlihat.

* Usia 6-9 bulan.
Dapat menikmati musik dari mainannya dan mulai bisa mengatakan “mama”.
* Usia 12-15 bulan.
Bereaksi jika namanya dipanggil, mengerti perintah sederhana, dapat meniru beberapa suara, dan memiliki perbendaharaan 3-5 kata.
* Usia 18-24 bulan.
Sudah mengerti bagian-bagian tubuh dan 50% perkataannya dapat dimengerti oleh orang yang mendengar. Anak sudah mempunyai perbendaharaan 20 -50 kata.
* Mulai usia 36 bulan.
Bisa menyusun kalimat yang terdiri dari 4-5 kata. Sekitar 80% pembicaraannya sudah dapat dimengerti orang lain.
RAGAM PEMERIKSAAN
Bila anak gagal mencapai milestones atau tonggak-tonggak perkembangan tersebut, besar kemungkinan ia mengalami gangguan pada fungsi pendengaran. Untuk mengatasinya, diperlukan pemeriksaan pendengaran. Pemeriksaan yang dilakukan sedini mungkin memungkinkan bayi dan anak yang berisiko mengalami gangguan pendengaran dapat segera menjalani program habilitasi (melatih kemampuan mendengar pada anak yang sebelumnya tidak memiliki kemampuan mendengar). Nah, lewat habilitasi ini efek lanjut dari gangguan pendengaran, di antaranya keterlambatan atau gangguan berbicara dan berbahasa, dapat dicegah sedini mungkin.
Mengingat masa perkembangan fungsi pendengaran sedang berlangsung, maka teknik pemeriksaan perlu disesuaikan dengan usia anak. Biasanya akan dilakukan beberapa pemeriksaan sekaligus sebelum mengambil kesimpulan mengenai adanya gangguan pendengaran. Hasil uji pendengaran ini dapat tercatat dalam audiogram yang terisi secara otomatis selama uji pendengaran yang mencatat level daya dengar dalam berbagai frekuensi (misalnya suara rendah dan suara tinggi).
Berikut tahapan pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk bayi yang baru berusia 2 hari. Selain juga untuk orang dewasa.
Pada bayi, pemeriksaan ini dapat dilakukan saat beristirahat/tidur. Tesnya tergolong singkat dan tidak sakit, namun memberi hasil akurat. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui fungsi sel rambut pada cochlea/rumah siput. Hasilnya dapat dikategorikan menjadi dua, yakni pass dan refer. Pass berarti tidak ada masalah, sedangkan refer artinya ada gangguan pendengaran hingga harus dilakukan pemeriksaan berikut.
1. Otoscopy
Pemeriksaan dengan menggunakan alat semacam teropong ini tergolong pemeriksaan awal. Fungsinya untuk melihat liang telinga, apakah ada infeksi atau kotoran telinga.
2. Tympanometry
Pemeriksaan lanjutan ini bertujuan untuk mengetahui fungsi telinga tengah.
3. Oto Acoustic Emissions (OAE)
Pemeriksaan ini dapat dilakukan untuk bayi yang baru berusia 2 hari. Selain juga untuk orang dewasa. Pada bayi, pemeriksaan ini dapat dilakukan saat beristirahat/tidur. Tesnya tergolong singkat dan tidak sakit, namun memberi hasil akurat. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui fungsi sel rambut pada cochlea/rumah siput. Hasilnya dapat dikategorikan menjadi dua, yakni pass dan refer. Pass berarti tidak ada masalah, sedangkan refer artinya ada gangguan pendengaran hingga harus dilakukan pemeriksaan berikut.
4. Auditory Brainstem Response (ABR)
Cara pemeriksaannya hampir sama dengan OAE. Bayi mulai usia 1 bulan sudah dapat dilakukan tes ini, Automated ABR yang berfungsi sebagai screening, juga dengan 2 kategori, yakni pass dan refer. Hanya saja alat ini cuma mampu mendeteksi ambang suara hingga 40 dB. Sedangkan guna mengetahui lebih jauh gangguan pendengaran yang diderita, lazimnya dilakukan pemeriksaan lanjutan, dengan BERA (Brainstem Evoked Response Audiometry)
5. Conditioned Oriented Responses (CORs)
Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada bayi usia 9 bulan sampai 2,5 tahun untuk mengetahui perkiraan ambang dengar anak. Caranya, gunakan alat yang dapat mengeluarkan bunyi-bunyian dan biarkan anak mencari sumber bunyi tersebut.
6. Visual Reinforced Audiometry (VRA)
Pemeriksaan ini juga dapat dilakukan pada bayi usia 9 bulan sampai 2,5 tahun. Pemeriksaan yang hampir sama dengan CORs ini juga berfungsi untuk mengetahui ambang dengar anak. Tergolong pemeriksaan subjektif karena membutuhkan respons anak. Namun pada tes ini selain diberikan bunyi-bunyi, alat yang digunakan juga harus dapat menghasilkan gambar sebagai reward bila anak berhasil memberi jawaban. Pemeriksaan ini dapat dilakukan sambil bermain.
7. Play Audiometry
Pemeriksaan yang juga berfungsi mengetahui ambang dengar anak ini dapat dilakukan pada anak usia 2,5-4 tahun. Caranya? Menggunakan audiometer yang menghasilkan bunyi dengan frekuensi dan intensitas berbeda. Bila anak mendengar bunyi itu berarti sebagai pertanda anak mulai bermain misalnya harus memasukkan benda ke kotak di hadapannya atau bermain pasel.
8. Conventional Audiometry
Pemeriksaan ini dapat dilakukan anak usia 4 tahun sampai remaja. Fungsinya untuk mengetahui ambang dengar anak. Caranya dengan menggunakan alat audiometer yang mampu mengeluarkan beragam suara, masing-masing dengan intensitas dan frekuensi yang berbeda-beda. Tugas si anak adalah menekan tombol atau mengangkat tangan bila mendengar suara.
9. Brainstem Evoked Response Audiometry (BERA)
Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada semua usia. Fungsinya, untuk mengetahui respons ambang dengar seseorang. Pemeriksaan yang tergolong objektif ini mengharuskan anak dalam keadaan tidur, hingga anak harus dikondisikan tidur lebih dulu.

Rabu, 04 Januari 2012

Stimulasi Perkembangan Anak



Sahabat Klinik Cinta Ananda,

Stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak yang datangnya di luar individu anak agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Setiap anak perlu mendapat stimulasi rutin sedini mungkin dan terus-menerus pada setiap kesempatan. Anak yang mendapatkan stimulasi lebih cepat berkembang dibandingkan dengan yang kurang atau tidak mendapat stimulasi. Kurangnya stimulasi dapat menyebabkan penyimpangan tumbuh kembang anak bahkan bisa menyebabkan gangguan yang menetap.
Stimulasi juga merupakan penguat hubungan antara orang tua dengan anaknya. Misalnya seorang ibu yang memberikan stimulasi/permainan kepada anaknya, menyebabkan anak tersebut menjadi senang dan berinisiatif untuk melakukan permainan dengan ibunya sehingga menciptakan suasana kasih sayang.
Kemampuan dasar yang dirangsang dengan stimulasi adalah perkembangan anak yang meliputi kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian.
Sebagaimana kita ketahui pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat. Sedangkan perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian . Perkembangan anak selalu berhubungan erat dengan pertumbuhan anak. Perkembangan kemampuan dasar anak mempunyai pola yang tetap dan berurutan.
Pada tahap  perkembangan, diawali dengan perkembangan kognitif yang ditandai dengan perkembangan sensoris dan motoris contohnya memberikan stimulasi visual mainan dengan gerak dan warna-warna atau bunyi yang indah diletakkan di ranjang bayi. Hal tersebut akan meningkatkan perhatian bayi terhadap mainan yang diketahui dari gerakan dan suara bayi tersebut. Kemudian tahap belajar mendengar dan berbahasa ditandai dengan mulai meniru kata-kata. Pada anak yang sudah bisa berjalan dan berbicara akan melakukan penjelajahan (eksplorasi) dan manipulasi terhadap lingkungan yang merupakan perwujudan motif kompetensi. Motif kompentensi ini bersifat bawaan, tetapi dapat ditingkatkan atau dikurangi  oleh lingkungan (stimulasi).
Dalam melakukan stimulasi ada prinsip dasar yang perlu diperhatikan yaitu :
1. Stimulasi dilakukan dengan dilandasi rasa cinta dan kasih sayang.
2. Selalu tunjukkan sikap dan perilaku yang baik karena anak akan meniru tingkah laku orang-orang yang terdekat dengannya.
3. Berikan stimulasi sesuai dengan kelompok umur
4. Lakukan stimulasi dengan mengajak anak bermain, bernyanyi, menyenangkan, tanpa paksaan, tanpa hukuman dan bervariasi.
5. Lakukan stimulasi secara bertahap dan berkelanjutan sesuai umur anak.
6. Gunakan alat bantu atau permainan yang sederhana, aman dan ada di sekitar anak.
7. Berikan kesempatan yang sama pada anak laki-laki dan perempuan.
8. Anak selalu diberi pujian, bila perlu diberi hadiah atas keberhasilannya

Jumat, 09 September 2011

Buah Yang Baik Untuk Bayi


Sahabat Klinik Cinta Ananda,

Buah-buahan sangat baik untuk bayi, tapi tidak semua buah-buahan. Di kesempatan kali ini saya akan memaparkan beberapa jenis buah-buahan yang sangat baik untuk bayi yang dapat membantu daya tahan tubuh dan membantu pertumbuhan gigi dan juga pertumbuhan fisik lainnya.Beberapa buah mungkin tidak cocok dengan bayi anda seperti jeruk yang dapat mengakibatkan diare. 

Berikut ini adalah beberapa jenis buah-buahan yang baik untuk bayi:
  • Apel
Apel sangat kaya dengan zat antioksidan yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Apel juga sangat kaya akan vitamin C sehingga dapat membantu bayi dalam melawan penyakit dari luar.Pemberian apel sangat disarankan apabila bayi anda telah cukup umur untuk mencerna makanan padat atau paling tidak bubur cair. Hindari pemberian apel yang masih keras karena akan membuat bayi anda tersedak.

  • Labu
Buah labu sangat kaya akan serat sehingga dapat membatu bayi untuk buang air besar dengan teratur dan tidak keras. Pemberian labu ini dapat juga dicampur dengan makanan lainnya seperti susu bayi atau roti. Perhatikan tekstur bubur sebelum memberikannya kepada bayi anda agar terhindar dari sesuatu yang dapat membuatnya tersedak.

  • Pisang
Selain apel, pisang juga kaya akan zat antioksidan yang dapat membantu daya tahan tubuh bayi anda.

Mungkin anda memiliki pengalaman mengenai buah-buahan yang baik untuk bayi dan tentu saja dengan membaca contoh artikel ini anda dapat memperkaya koleksi buah-buahan yang baik untuk bayi anda.Pemberian buah-buahan ini sangat dianjurkan untuk melengkapi makanan utama bayi sehingga dapat memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral bayi secara maksimal guna mendukung pertumbuhannya.
Bayi yang sehat adalah impian semua ibu, jadi sehatkan bayi and dengan makanan bermutu dan tambahan vitamin dari buah-buahan.

Sayuran Yang Baik Untuk Bayi


Sahabat Klinik Cinta Ananda,

Betapa senangnya melihat bayi kita tumbuh dengan sehat dan kuat. Untuk dapat tumbuh dengan sehat, bayi membutuhkan asupan makanan yang lengkap dan seimbang. Selain makanan utama dan buah, bayi juga membutuhkan asupan gizi yang berasal dari sayuran. 

Berikut ini adalah beberapa jenis sayur yang baik untuk bayi
  • Kacang Hijau
Kacang hijau adalah jenis sayuran yang kecil namun mereka dikemas penuh dengan nutrisi yang akan membuat bayi anda tumbuh dengan sehat dan kuat. Kacang hijau memiliki serat yang tinggi dan juga dapat membuat bayi anda lebih tahan terhadap penyakit.
  • Brokoli
Brokoli adalah anggota dari keluarga kubis. Brokoli memiliki hubungan keluarga dengan kembang kol namun berbeda warnaa.  Brokoli tumbuh di daerah dingin, ia tidak dapat tumbuh di daerah pandas. Sayuran ini sangat tinggi vitamin C dan merupakan sumber serat larut! Serat larut adalah serat yang membantu melancarkan buang air besar dan juga pencernaan.
  • Wortel
Wortel mengandung vitamin A yang tinggi dan dapat dicerna dengan baik oleh tubuh dan diserap guna pertumbuhan tubuh. Wortel juga memiliki kandungan vitamin C yang tinggi guna membantu tubuh untuk mempertahankan kesehatan.
  • Tomat
Tomat termasuk sayur-sayuran meskipun berbentuk seperti buah-buahan. Sebagai sayur yang memiliki rasa dan dapat dikonsumsi tanpa diolah terlebih dahulu tomat memiliki kandungan antioksidan dan vitamin C yang tinggi. Jika di konsumsi secara teratur, tomat dapat mencegah bayi anda dari kanker prostat di kemudian hari.
Ada banyak sayur yang baik untuk bayi, namun untuk kali ini kacang hijau, brokoli, wortel dan tomat menjadi pilihan utama karena anda dapat dengan mudah mendapatkan sayur-sayuran di atas bahkan anda dapat memperolehnya dari halaman belakang rumah anda

DEHIDRASI


Sahabat Klinik Cinta Ananda,
Dehidrasi merupakan suatu kondisi tubuh kehilangan banyak cairan dan tidak segera terganti. Normalnya, kita semua-termasuk anak-anak- akan kehilangan sejumlah air melalui keringat, air mata, dan urine. Anak-anak terkadang kehilangan sejumlah air dan garam tubuh melalui demam, diare, muntah, atau aktivitas fisik.
Gejala Dehidrasi
Jika anak mengalami demam, diare, atau muntah, atau berkeringat berlebihan sepanjang hari maka anda dapat mencurigainya sebagai tanda dehidrasi yang diikuti gejala :
  1. Mulut kering atau pecah-pecah
  2. Saat menangis tidak mengeluarkan air mata atau sedikit sekali
  3. Mata terlihat kuyu/redup
  4. Muncul fontanela (bintik samar) di kening bayi
  5. Pada bayi baru berkemih setelah 6-8 jam atau berkemih sedikit dan berwarna kuning pekat
  6. Pada anak yang lebih tua baru berkemih setelah 12 jam juga dalam jumlah sedikit dan berwarna kuning pekat
  7. Kulit kering
  8. Mengalami letargi
  9. Badan pegal dan pusing
Pencegahan Dehidrasi
Pastikan tubuh anak mendapat cukup cairan terutama saat mereka sedang sakit atau melakukan aktivitas fisik. Interval waktu yang dianjurkan yaitu setiap 20 menit anak minum selama beraktivitas. Lalu bagaimana memastikan anak mendapat cairan yang cukup yaitu bergantung bagaimana kondisi tubuh anak.
  1. Bila anak mengalami sakit tenggorokan, maka berikan asetaminofen/ibuprofen, sementara itu pemberian minuman dingin juga dapat mengurangi sakit tenggorokan sekaligus memberi cairan pada tubuh.
  2. Bila hidung bayi tersumbat, maka bantu dengan meneteskan air garam ke dalam lubang hidungnya dan selanjutnya mengisap cairan hidungnya keluar.
  3. Bila anak demam, maka beri obat demam atau atur suhu ruangan senyaman mungkin dan kenakan anak pakaian warna terang.
Penanganan Dehidrasi
  1. Berikan air putih selama 1-2 jam pertama saat dehidrasi, setelah itu pemberian minuman yang mengandung gula dan elektrolit (garam) atau makan seperti biasa dapat dilakukan.
  2. Tempatkan anak pada ruangan yang sejuk dan nyaman.
  3. Anak yang mengalami dehidrasi dengan gangguan gastroenteritis maka sebaiknya berikan minuman khusus yaitu cairan rehidrasi oral (ORS) yang mangandung kombinasi gula dan garam.
  4. Pada bayi yang mengamami dehidrasi pemberian ASI tetap dilanjutkan dan diselingi ORS
  5. Pada anak yang minum susu formula atau konsumsi makanan padat, maka hentikan itu semua sementara dan tidak perlu mengganti susu formula yang lain.
  6. Hindari pemberian minuman bersoda, minuman jahe, teh, jus, gelatin, sup ayam, atau minuman berenergi lainnya karena komposisi gula dan garam tidak tepat bahkan justru mengakibatkan diare.
  7. Setelah anak rehidrasi, kembali ke pola makan normal, tapi tetap hindari makanan berlemak dan minuman jus/bersoda.
  8. Jangan terpengaruh dengan mitos penangan dehidrasi dengan berpuasa selama lebih dari 24 jam dan menggantinya dengan diet khusus (pisang, buah, jus apel, dan roti bakar).
  9. Jangan berikan sembarang obat.
  10. Bila dehidrasi masih berlanjut maka segera bawa ke dokter.

Kamis, 08 September 2011

Hubungan Makanan & Minuman Dengan Mengompol

Sahabat Klinik Cinta Ananda,
Apakah saat ini anak anda masih mengompol? Apakah anda sering mendengar mitos tentang makanan atau minuman yang dapat menyebabkan anak mengompol? Apakah anda akhirnya melarang anak anda untuk mengkonsumsi makanan tersebut? Apakah anda melarang anak anda minum sesaat sebelum dia tidur?
Tahukah anda bahwa anak anak memerlukan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan mereka? Tahukah anda bahwa meskipun saat tidur, tubuh anak anda masih giat bekerja melakukan tugas metabolisme untuk pertumbuhan dan perkembangan? Melarang anak mengkonsumsi makanan yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang sangatlah tidak bijak.
Berikut beberapa fakta dan mitos tentang hubungan makanan dan minuman dengan mengompol pada anak anak.
  • Makanan pedas dan mengompol : Mitos.

Banyak yang menganggap bahwa makanan pedas yang dikonsumsi saat makan malam akan menyebabkan anak anak mengompol. Setelah dilakukan penelitian oleh para ahli, ternyata tidak ada hubungan yang bermakna antara makanan pedas dengan kebiasaan mengompol. Meskipun anak anak tidak diberikan makanan pedas, tetap saja dia akan mengompol di malam hari.
Mitos ini muncul akibat berkembangnya anggapan bahwa makanan pedas akan mengiritasi kandung kencing. Tetapi penemuan terakhir telah membantah pendapat tersebut.
  • Minuman asam dan mengompol : Mitos.

Seperti halnya makanan pedas, minuman yang rasanya asam seperti air jeruk dan sejenisnya dianggap dapat mengiritasi kandung kencing. Bila anda setuju dengan pendapat ini maka anda akan melarang anak anda mengkonsumsi minuman tersebut saat makan malam.
Faktanya, riset membuktikan bahwa tidak ada hubungan antara minuman yang rasanya asam dengan kebiasaan mengompol. Kecuali anak tersebut memang menderita alergi terhadap minuman asam.
  • Minuman berkafein dan mengompol : Fakta.

Semua setuju kalau minuman atau makanan yang mengandung kafein akan bersifat diuresis (merangsang kencing). Jadi, minuman atau makanan yang mengandung kafein wajib dihindari oleh mereka yang memiliki masalah mengompol terutama saat makan malam.
Meskipun anak anda tidak minum kopi bukan berarti mereka terhindar dari minuman berkafein. Teh, minuman bersoda dan minuman energi juga mengandung kafein dalam jumlah tertentu. Cokelat, makanan yang menjadi favorit anak anak juga mengandung kafein.
Bukan berarti anda melarang anak anda mengkonsumsi makanan atau minuman ini. Cuma, usahakan mereka mengkonsumsinya di pagi atau siang hari dan hindari sesaat menjelang malam.
  • Minum sebelum tidur dan mengompol : Fakta.

Alasannya, terlalu banyak minum air sesaat sebelum tidur akan menyebabkan kandung kencing cepat penuh. Dengan membatasi minuman, diharapkan pengisian kandung kencing akan lebih lambat sehingga cukup waktu sampai keesokan paginya.
Harap diingat bahwa sumber konsumsi air bukan hanya dari air minum tetapi juga dari makanan yang banyak mengandung kuah seperti sup, buah buahan dan sebagainya.
Tips bagi orang tua yang anaknya mengompol.
Penyebab mengompol tiap tiap anak berbeda. Jadi, sebagai orang tua anda harus mempunyai kemampuan untuk mendeteksi kemungkinan penyebab dari kebiasaan mengompol anak anda.
Anda harus mencatat setiap kali anak anda mengompol dan menganalisa kemungkinan penyebabnya.
Libatkanlah anak anda untuk menemukan penyebab dari kebiasaanya mengompol. Hal ini penting agar pada diri mereka tumbuh kemauan untuk mengendalikan kebiasaannya mengompol dan merasa bertanggung jawab terhadap kebiasaannya itu.
Jika anda memutuskan untuk melarang anak anda mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu menjelang tidur, jangan sampai hal tersebut merupakan hukuman dari kebiasaanya mengompol.
Pada anak anak yang sudah besar, mengompol merupakan sesuatu yang sangat memalukan. Terkadang orang tua menjadi frustasi dan memarahi kebiasaan anaknya itu. Perilaku ini sangat tidak bagus sebab dengan memarahi anak anda maka secara psikologis mereka akan stress dan tertekan. Kondisi ini akan memperparah kebiasaan mengompolnya.
Menghentikan kebiasaan mengompol pada anak anak membutuhkan kesabaran ekstra dari orang tua dan kemauan dari anak anaknya.

Rabu, 07 September 2011

Makanan Ringan Yang Sehat Buat Anak-Anak



Sahabat Klinik Cinta Ananda,
Yuuuuk kita siapin camilan yang sehat buat si kecil. Tapi bikin apa yaaa???
Ga perlu bingung bunda, disini ada sedikit panduan kira-kira camilan seperti apa sih yang sehat buat dikonsumsi si kecil. Dibaca ya...^_^
Alternatif camilan sehat di rumah :
  1. Mini pizza dengan topping minyak zaitun, parutan keju, saus/sambal, parutan wortel, dan sayuran lainnya .
  2. Camilan campuran meliputi buah kering, kacang, biji bunga matahari, atau kacang goreng kedelai dipadu dengan vanila yogurt dalam semangkuk wadah plastik.
  3. Buah-buahan yang dipadu dengan susu atau yogurt rendah lemak lalu diblender dan didinginkan.
  4. Semangkuk popocorn plus keju Parmessan.
Camilan sehat untuk anak dalam masa pertumbuhan :
  1. Sekaleng kecil jus sayuran rendah sodium dan keju parut
  2. Satu atau dua buah muffin gandum dengan sekotak kecil susu rendah lemak
  3. Setengah atau seperempat bagian roti lapis isi kacang / entega, mentega kacang
  4. Beberapa sendok makan yogurt atau mentega kacang seiris telur dengan roti gandum
  5. Sepotong izza dan sekaleng jus nanas
Camilan manis dan sehat :
  1. Biskuit dengan whip krim keju plus irisan buah stroberi atau selai stroberi tanpa gula.
  2. Muffin plus madu
  3. Campuran buah aprikot kering atau irisan buah pisang dengan sepotong coklat
  4. Yogurt plus kacang sebagai toping
  5. Puding yang terbuat dari susus rendah lemak dengan tambahan buah segar / beku
Tiga fakta anak-anak perlu camilan ;
  1. Anak-anak bisa lapar sebelum jam makan siangnya tiba meski telah sarapan pagi.
  2. Camilan merupakan pengisis yang tepat di sela waktu makan (sarapan-makan siang-makan malam).
  3. Menurut Jurnal Perkumpulan Diet Amerika, 80% anak-anak senang mengkonsumsi camilan (kue, biskuit, jus) yang dapat mempertahankan jumlah kalori tubuhnya.

Selasa, 06 September 2011

18 Trik Membuat Anak Disiplin



Sahabat Klinik Cinta Ananda,

Memiliki anak-anak yang punya kedisiplinan tinggi, memang cita-cita semua orangtua. Namun, adakalanya orangtua kesulitan 'menjinakkan' anak-anak mereka. Agar jagoan cilik Anda mau mematuhi segala aturan yang ada di rumah, ikuti 18 trik berikut ini.

Sering kali, orangtua terus berkutat dengan masalah kedisiplinan yang idealnya selalu dipatuhi anak-anak. Orangtua terkadang harus memaksa anak-anaknya untuk disiplin di rumah, menghormati orangtua, bicara dengan nada yang santun, rajin belajar, tidur siang tepat waktu, yang intinya mengatur semua gerak-gerik Si Kecil.

Namun, harus tetap ingat, kedisiplinan yang Anda maksud tak hanya melakukan koreksi pada tingkah laku anak-anak saja. Tapi juga mengajarkan kepada mereka cara untuk bisa mengontrol dirinya, serta peduli akan lingkungannya, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi orang yang berhasil di kemudian hari.

Untuk itu, ada beberapa pendekatan yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak-anak mendisiplinkan dirinya.


  • Tegas

Jika Anda melarang anak-anak untuk tidak melakukan sesuatu, buatlah alasan-alasan yang masuk akal, dengan memberikan penjelasan dan bimbingan padanya. Anak jaman sekarang pasti tidak akan mau menerima alasan seperti, 'Jangan duduk di depan pintu, pamali!' Atau, 'Jangan main terlalu sore, nanti diculik Kalong Wewe!' Beritahu alasannya, kenapa dia tidak boleh duduk di depan pintu atau bermain sore-sore, menjelang malam.


  • Jangan Plin Plan

Pada dasarnya, Si Kecil akan meniru apa yang orang dewasa lakukan. Begitu pun jika Anda dan pasangan bertindak plin-plan terhadap suatu keputusan. Misalnya, Anda tak setuju dia melompat-lompat di tempat tidur, sementara pasangan Anda membiarkannya. Hal ini hanya akan membuat dia bingung, akibatnya dia jadi mengabaikan ketidaksetujuan Anda. Jadi, buatlah kesepakatan keputusan dengan pasangan agar anak-anak jadi mudah dalam bersikap.


  •  Kompromi

Anak-anak tak selalu bisa mengatasi dan membedakan antara persoalan yang besar dan kecil. Sesekali, berkompromi dan mengertilah diri mereka. Tindakan kompromi akan membuat anak-anak menjadi lebih mudah menghadapi persoalan yang lebih besar nantinya. Misalnya, jika dia lalai menengok ke kiri-kanan saat akan menyeberang jalan, lain kali dia tak akan begitu lagi. Jika Anda keberatan dengan sikapnya, nyatakan dengan jelas. Misalnya, 'Berhentilah melempar-lempar mainanmu, Nak!' Tapi, jangan katakan, 'Hei, mainannya jangan dilempar-lempar, dong!'


  • Beri Bimbingan

Jika anak Anda mengobrak-abrik buku dari lemari yang ada di ruang keluarga, katakan saja, 'Maukah kamu berhenti 'bermain' buku? Baca saja, ya di kamarmu?' Jika dia tak memedulikan perkataan Anda, dengan cara yang lembut namun tegas, Anda bisa membimbingnya ke kamar dan katakan padanya, dia boleh kembali ke ruang keluarga jika mau mendengarkan kata-kata Anda.


  • Beri Peringatan

Jika anak tahu aturan yang telah Anda buat, pada usia tertentu, Anda hanya perlu bertanya padanya, ketika melakukan pelanggaran. Dia akan langsung merasa segan pada Anda, karena ada konsekuensi atau sanki yang harus diterimanya segera, setelah pelanggaran dibuat. Jika Anda terbiasa membuat batasan peringatan sampai hitungan 5, kali ini kurangi sampai hitungan ke 3, sehingga anak akan belajar untuk segera mengubah sikap setelah diberi peringatan.


  • Beri Alasan

Jika anak bermain-main dengan benda tajam, Anda tentu harus lebih berhati-hati memperingatinya. Terangkan dengan bahasa yang jelas dan sederhana, apa yang akan Anda lakukan dan sebutkan alasannya. Misalnya, 'Mama simpan pisaunya ya, Sayang, nanti bisa melukai tanganmu!' Atau, 'Mama minta kamu jangan main air ya, nanti lantainya jadi licin dan bisa bikin kamu terjatuh.'


  •  Jangan Tunda Hukuman

Jika Anda ingin menghukum anak yang tidak disiplin, hukumlah segera setelah Anda tahu dia tidak disiplin. Jangan sampai Anda menunda memberi hukuman padanya. Sebab, anak-anak tidak akan mau menerima hukuman beruntun atau mengulangi kesalahan. Berilah hukuman yang mendidik, seperti menyapu lantai, merapikan tempat tidur, tidak main play station atau barbie, atau membersihkan kamar mandi.

  • Tetap Tenang

Marah sambil berteriak, membentak, atau menceramahi anak tanpa henti, akan membuat Anda menjadi orang yang melakukan tindak kekerasan verbal terhadap anak. Tindakan ini justru bisa merusak rasa penghargaan diri pada anak Anda. Akibatnya, anak jadi tidak memiliki rasa pede di ahdapan orangtuanya.


  •  Bertekuk Lutut

Menunduklah saat berbicara pada Si Kecil, terutama saat memberi kritikan padanya. Tekuklah lutut Anda atau ambil posisi duduk di hadapnnya, agar pandangan mata Anda sejajar dengannya. Dengan sikap seperti ini, Anda tak perlu merasa khawatir akan kehilangan respek darinya. Justru sebaliknya, dia akan semakin menghormati dan menghargai Anda sebagai orangtua.


  • Jangan Ceramah

Ajaklah Si Kecil ngobrol dan berdiskusi, dari pada diceramahi panjang lebar. Meskipun tampaknya pernyataan ini tidak bernada keras, seperti, 'Sudah berkali-kali Mama bilang ...' Atau, 'Setiap saat kamu kok ...', tetap memberi kesan seolah-olah dia ditakdirkan untuk selalu mengecewakan Anda, apapun yang dia perbuat.

Cobalah gulirkan pertanyaan-pertanyaan seperti, 'Merokok, kan, enggak baik untuk anak-anak, ya?' Atau, 'Apakah kamu suka jika temanmu mengganggu terus di sekolah, Nak?' Kritiklah sikapnya, jangan salahkan dirinya.


  • Tunjukkan Sikap Positif

Terlalu banyak waktu Anda yang terbuang jika hanya mengkritik sikap buruk Si Kecil. Sebaliknya, Anda jadi kekurangan waktu untuk memberinya pujian atas sikap positifnya. Ada kalanya, sesekali Anda perlu mengucapkan, 'Mama senang, lho, lihat kamu membereskan mainan dan menyimpannya di tempat semula.'


  • Bermain Bersama

Jika sempat, tak ada salahnya Anda meluagkan waktu sebenatr dan ikut bermain-main denganyya. Buatlah permainan bernuansa perlombaan semacam 'siapa cepat dia dapat.' Permainan ini akan melatih anak Anda bertindak cepat setelah ada aba-aba dari Anda, atau yang dia ucapkan sendiri.


  • Hindari Rasa Jengkel

Belajarlah untuk memaklumi hal-hal yang bisa memicu anak kesal dan jengkel. Umumnya, perasaan tidak nyaman ini dialami anak-anak saat dia sedang kelelahan, saat Anda terlalu menuntutnya berbuat lebih, saat dia lapar, dan saat dia sakit. Minimalisasi kondisi-kondisi yang membuatnya tidak nyaman ini untuk mengurangi kejengkelan pada anak.


  • Jangan Menampar!

Tamparan keras yang Anda berikan di wajahnya, akan berpengaruh buruk bagi diri anak, juga Anda. Anak yang pernah ditampar orangtuanya akan merasa lebih menderita, dari pada perasaan tidak dihargai atau depresi sekalipun. Tindakan ini pun sekaligus bisa mengajarkan, secara tidak langung pada anak, untuk menyelesaikan segala persoalan dengan cara kekerasan.


  • Jangan Menyuap

Jangan membiasakan memberi uang atau hadiah kepada anak saat Anda memintanya untuk mengerjakan atau melarang sesuatu. Kebiasaan seperti ini bisa membuat anak jadi tidak mau mengerjakan atau menghindari sesuatu, jika belum diberi uang atau hadiah.


  •  Bersikap Dewasa

Bersenda gurau dengan cara melucu berlebihan, dengan menggigiti atau menarik-narik rambut anak Anda, untuk menunjukkan rasa sayang, merupakan tindakan yang salah. Bersikaplah sewajarnya, sebagai orang dewasa seperti menggenggam tangannya, memeluknya, atau memberi ciuman di kedua pipi atau kepalanya.


  • Hadapi Rengekan

Katakan kepada anak-anak untuk tidak merengek saat meminta sesuatu dan tegaskan pula, Anda tidak akan mengabulkan permintaannya jika disampaikan dengan cara merengek atau menangis. Kecuali, jika dia meminta sesuatu dengan sikap yang manis dan sopan.


  • Contoh Baik

Jika suatu kali anak Anda pernah memerogoki Anda sedang berdebat dengan pasangan tanpa menggunakan kekerasan, dia akan meniru sikap baik itu. Tapi, jika Anda dan pasangan bertengkar dengan saling menghina, memukul, atau berteriak, anak Anda akan meniru sikap-sikap buruk itu di kemudian hari.



Dari 18 trik di atas, yang terpenting, Anda harus mengerti terlebih dulu kondisi anak-anak. Berusaha untuk membuatnya menjadi lebih disiplin, tanpa memahami bagaimana dan apa yang dia lakukan, sama halnya seperti menuangkan sirup ke dalam botol tertutup. Dengan kata lain, percuma saja dan hanya akan memperburuk keadaan di kemudian hari.

Hubungan dan komunikasi yang baik dengan anak memang sangat perlu dilakukan. Yang bisa Anda lakukan segera untuk mengatasi masalah ini, yaitu Anda hanya perlu bertanya kepada anak, apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa dia berbuat begitu. Pada beberapa kasus, anak-anak dapat berterus terang tentang masalahnya kepada orangtua. Namun, jika dia tak mau berterus terang, sementara Anda tidak mempunyai cara lain untuk bertindak, tetaplah berpikir positif.

Senin, 05 September 2011

Jangan Suka Pukul Pantat Anak

Sahabat Klinik cinta ananda,
Adakalanya kita merasa kesal bahkan merasa jengkel dengan tingkah kenakalan buah hati kita. Apalagi kalau tingkat kenakalannya sudah sangat susah dikendalikan. Tak jarang emosi kita sebagai orang tua pun ikut tersulut menjadi marah. Bahkan ada hal yang sebenarnya tak patut dilakukan tp terpaksa dilakukan juga dengan alasan supaya anak mau nurut. hal itu tak lain adalah kebiasaan memukul pantat anak. Tapi apakah kita sebagai orang tua sudah menyadari dampak negatif dari kebiasaan tersebut???   yuk kita sama-sama simak tulisan ini.
​ Memukul pantat anak menjadi hal umum yang sering dilakukan oleh para orangtua. Termasuk Anda, mungkin? Ada yang memukul dengan tangan kosong, menggunakan rotan, ikat pinggang, dan lain-lain. Bisa jadi Anda melakukan hal ini karena merasa, bahwa hal tersebut 'baik untuk anak (bisa menjadi pelajaran berharga)', namun mungkin juga Anda bermain tangan karena tidak bisa mengendalikan emosi yang meledak-ledak.

Meski sudah kerap dilakukan oleh banyak orangtua, namun para ahli berpendapat bahwa memukul pantat anak adalah cara 'mendidik' yang tidak efektif. Anak hanya akan mendapatkan rasa takut ketika berhadapan dengan orangtuanya, bukan rasa hormat. Lebih lanjut, anak bukannya kemudian menyerap hal positif untuk memahami ajaran orangtua, tapi justru mendapat pemahaman akan hal negatif untuk 'sanggup berbohong' dan memutar otak 'bagaimana caranya agar tidak ketahuan'.

Tidak hanya itu, menggunakan kekerasan seperti ini pun berbahaya, karena akan menimbulkan luka fisik seperti lebam, memar, atau bahkan luka sobek pada kulit si kecil. Bukan pengajaran yang akan tersampaikan, melainkan siksaan fisik.
Para ahli juga sedikit mengkhawatirkan perangai anak yang akan menjadi keras. Sepele sepertinya, tetapi pemukulan pantat yang terjadi di masa kecilnya akan mempengaruhi cara berpikir anak. Ia akan mengadopsi tindak kekerasan di masa mendatang. Apakah sempat terbersit di kepala Anda untuk memukul si kecil agar mau menuruti ajaran Anda, seperti dulu orangtua Anda berhasil mendidik dan membuat Anda menjadi anak penurut setelah dipukul? Well, kini Anda mempraktekkan hal yang sama kepada anak Anda. Seperti itu kira-kira polanya.
Meski demikian, diakui oleh beberapa orangtua dalam sebuah situs parenting, bahwa mereka sanggup menghentikan kekonyolan dan kenakalan si kecil dengan memukul pantatnya. Syaratnya satu, jangan jadikan hal tersebut sebagai 'hukuman' rutin. Memukul pantat hanya dilakukan saat kenakalan sang buah hati sudah sangat keterlaluan. Semua ada batas dan konsekuensinya, anak harus bisa melihat dan mencerna hal tersebut. Meski demikian, jangan lupa menjelaskan secara baik-baik dan panjang lebar kepada si kecil, mengapa Anda memukul pantatnya. Berikan pendidikan yang 'seimbang'. Hal negatif yang Anda berikan harus dinetralisir dengan pendekatan personal, heart-to-heart talk.