Tampilkan postingan dengan label Kecerdasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kecerdasan. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Mei 2011

Stimulasi Bahasa Anak


Sahabat klinik Cinta Ananda, 
Seorang bayi dari hari ke hari akan mengalami perkembangan bahasa dan kemampuan bicara, namun tentunya tiap anak tidak sama persis pencapaiannya, ada yang cepat berbicara ada pula yang membutuhkan waktu agak lama. Untuk membantu perkembangannya ibu dapat membantu memberikan stimulasi yang disesuaikan dengan keunikan masing-masing anak.
  • Pada usia bayi 0-2 bulan, sering-seringlah mengajak mereka berkomunikasi pada segala suasana, pada saat menidurkan, menyusui, memakaikan baju. Berbicaralah dengan intonasi yang lembut, dan jangan mengabaikan tangisannya, karena itulah cara mereka berkomunikasi untuk yang pertama kalinya.
  • Pada usia 2-6 bulan, sering-seringlah mengajak mereka berbicara dengan menggunakan intonasi yang berbeda-beda, dan juga ekspresi wajah yang menyenangkan. Ajaklah mereka menyanyikan lagu-lagu yang berirama riang dan lakukanlah berulang-ulang, dan jangan lupa untuk mengajak mereka bercanda.
  • Pada usia 6-12 bulan, berbicaralah dengan kata-kata yang sederhana dengan intonasi dan pengucapan yang jelas, karena kelak mereka akan menirukannya. Berbicaralah sambil diikuti gerakan, agar mereka lebih mudah memahami arti kata dan korelasinya. Kenalkan pula mereka dengan berbagai macam suara, suara binatang, pesawat, mobil, dan lain sebagainya.
  • Pada usia 12-18 bulan, berikanlah pilihan kepada mereka, tawarkan warna baju yang ingin dipakai, pilihan makanan yang diinginkan. Jangan lupa untuk mengajak mereka membaca, bacakan buku cerita sederhana yang mempunyai banyak gambar dan warna-warna yang cerah, sambil mengajak mereka bermain peran.

Hal-hal diatas selain dapat menstimulasi anak, tentunya akan menjadi kegiatan yang menyenangkan antara orangtua dan anak.

Minggu, 22 Mei 2011

Kemampuan Bayi yang Luar Biasa


Sahabat Klinik Cinta Ananda,
Tahukan Anda bahwa bayi selain lucu dan menggemaskan, masih mempunyai sisi lain yang sangat fantastik. 
Bayi adalah mahluk mungil yang luar biasa. Mereka dikenal sebagai mahluk yang ‘Linguistic Genius’. Mereka sanggup mengingat dan menyerap semua bahasa yang diajarkan kepada mereka, terutama pada tiga tahun pertama perkembangan mereka, karena itu dikenal istilah Golden Age, karena pada tiga tahun awal inilah perkembangan otak mereka amat luar biasa.
Menurut penelitian, dipercaya bahwa bayi sanggup mempelajari 13 juta kosa kata yang diucapkan oleh orangtuanya! Luar biasa bukan? Namun jika masa ini kita lewatkan, jumlah ini akan menurun drastis menjadi 8 juta, atau menyusut 62 persen. Dari sini dapat kita simpulkan, bahwa walaupun bayi tidak dapat berbicara, sebagai orangtua kita harus rajin mengajaknya berkomunikasi, karena komunikasi ini adalah bentuk stimulasi yang dibutuhkan oleh bayi. Melalui komunikasi ini mereka mempelajari kosa kata baru, bahasa baru, mengingat dan mengenal apa yang dikatakan orangtua, dan tentunya hal ini akan membawa pengaruh besar pada tingkah laku mereka saat dewasa nantinya.
Membacakan cerita adalah salah satu bentuk stimulasi yang dapat kita lakukan pada anak usia satu sampai tiga tahun (masa keemasan) untuk mengasah kemampuan berbahasa mereka. Berikut beberapa tips untuk membacakan cerita bagi anak.
  • Mulailah dengan buku bergambar yang memiliki beberapa kalimat saja dalam satu halaman
  • Ketika membaca, gunakan ritme untuk menstimulasi bahasa dan pendengaran mereka
  • Untuk mendorong keterlibatan mereka, ajak mereka membalik halaman yang sedang dibaca
  • Atur tempo supaya sesuai dengan cerita. Rendah tinggikan suara berdasarkan cerita, agar menarik
  • Taruh buku di tempat yang mudah dijangkau anak, agar mereka dapat menikmati buku itu kapanpun mereka mau.

Kamis, 19 Mei 2011

Ikan Penting Dikonsumsi Saat Hamil


SEBUAH studi yang di lakukan di Amerika baru-baru ini yang dilaporkan oleh Jurnal Epidemiologi Amerika, ditemukan bahwa ada hubungan positif antara kebiasaan seorang ibu mengkonsumsi ikan semasa ia hamil dan tingkat kecerdasan otak anak ketika ia sudah berusia tiga tahun.
Studi tersebut membuktikan bahwa seorang ibu yang biasa mengkonsumsi ikan semasa hamil terbukti memiliki anak yang lebih cerdas dan kemampuan motorik yang lebih baik daripada anak yang semasa dalam kandungan ibunya tidak mengkonsumsi ikan.
Seorang ibu yang mengkonsumsi sedikitnya dua porsi ikan per minggunya selama masa kehamilan, terbukti mampu menghasilkan keturunan (anak) dengan tingkat kognitif yang lebih baik (cerdas), berkemampuan menyerap kosa kata dan menangkap visual dengan lebih baik, memiliki motor visual dan kemampuan motorik yang lebih baik.
Penelitian ini memberi sumbangan yang signifikan bagi studi perkembangan otak bayi, karena ternyata perkembangan otak bayi sangat ditentukan pada masa-masa sebelum ia dilahirkan.
Hampir semua neuron kita terbentuk dengan baik pada saat trimester kedua masa kehamilan ibu. Pada saat itulah proses kritis untuk membangun interkoneksi dengan benar berlangsung.
Pikiran, kebiasaan, dan kemampuan kognitif kita, tentu saja merupakan hasil dari proses fungsional otak. Oleh sebab itu, ketidaknormalan pada otak akan menyebabkan ketidaknormalan pada pikiran dan perilaku kita di kemudian hari.
Mengapa ikan berpengaruh? Karena ikan banyak mengandung Omega 3 sebagai komponen penting dalam pembentukan otak.

Nutrisi Otak Agar Anak Cerdas

Selamat Pagi Sahabat klinik Cinta Ananda,

Kita semua tentu sama-sama menginginkan mempunyai buah hati yang cerdas kan. Nah, untuk itu kita harus memberikan nutrisi yang tepat yang dapat membantu tumbuh kembang dan kecerdasan buah hatu kita.

PASTIKAN Anda memberikan nutrisi yang cukup untuk otak si kecil agar ia tumbuh sehat dan juga cerdas karena dengan kekurangan salah satu nutrisi tersebut akibatnya perkembangan sistem saraf pusat dan kemampuan kognitif di masa selanjutnya pun akan turut terpengaruh (menurut suatu penelitian yang dipublikasikan dalam British Medical Journal, Inggris, tahun 2001).
Agar si kecil tumbuh sehat juga cerdas maka Kebutuhan yang diperlukan antara lainLemak Pembangunan Otak, Lemak, terutama asam lemak (DHA dan ARA), adalah salah satu nutrisi yang penting untuk pertumbuhan otak dan mata si kecil. Kekurangan kedua jenis asam lemak esensial itu saat lahir berkorelasi dengan berat badan yang rendah, lingkar kepala yang kecil, dan ukuran plasenta yang rendah. Akibatnya perkembangan sistem saraf pusat dan kemampuan kognitif di masa selanjutnya pun turut terpengaruh. menurut suatu penelitian yang dipublikasikan dalam British Medical Journal, Inggris, tahun 2001.
Untuk mencukupi kebutuhan tersebut, berikan ASI seoptimal mungkin untuk si kecilSebab ASI terbukti mengandung asam lemak yang dibutuhkan otak untuk bisa berkembang. Dari studi yang dilakukan di The University of Kentucky Chandler Medical Center, Amerika Serikat, terbukti IQ bayi yang diberi ASI jauh lebih tinggi dibanding dengan yang tidak diberi ASI. Dan, pada saat anak mulai diberikan makanan padat, kebutuhan asam lemak itu bisa Anda penuhi dengan memberikan ikan, telur bebek, susu yang diperkaya DHA dan ARA, atau minyak jagung.
Karbohidrat Bahan Bakar Otak Glukosa dari makanan yang kaya karbohidrat merupakan bahan bakar otak yang amat penting agar otak berfungsi optimal. Proses pengolahan informasi dan mengingat dapat berjalan dengan baik dengan terpenuhinya kebutuhan glukosa otak tersebut. Ini semua bisa didapatkan dengan memberikan anak berbagai jenis kacang-kacangan, kentang, buah-buahan seperti pisang, sawo, serta sayur-sayuran misalnya singkong dan daun ubi jalar.
Sedangkan untuk Protein Pembentukan Neurotransmiter adalah senyawa asam amino yang berperan terhadap proses pengolahan informasi di otak. Kadar ini sendiri amat berpengaruh terhadap seberapa banyak protein yang ada dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari Kebutuhan ini bisa didapat dari ikan, daging, keju, yogur dan kacang-kacangan. Sedangkan kebutuhan buah-buahan, sayur-sayuran yang diperkaya antioksidan amat diperlukan untuk melindungi otak dari proses kerusakan sel-sel otak yang dapat menyebabkan kesulitan dalam mengingat, seperti proses belajarpun jadi lamban.

Minggu, 08 Mei 2011

10 Kiat Mengembangkan Otak Anak


DIJELASKAN oleh Dr Eddy Supriyadi SpA, dari RS Sardjito Yogyakarta, ada dua komponen dasar dalam perkembangan otak anak, yaitu lingkungan yang aman dan pengalaman positif. Saat seorang bayi merasa tertekan, otak akan merespon dengan menghasilkan zat kortisol. Kadar kortisol yang tinggi akan memperlambat perkembangan otak. Lingkungan aman dan nyaman diperlukan bayi untuk membantu perkembangan otaknya. Beri respon saat bayi menangis maupun mengoceh.
Pengalaman yang diterima setiap hari juga akan membantu perkembangan otak anak. Aktivitas yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengajak anak ke pasar atau ke toko buku, menurut dokter anak lulusan UGM ini, sangat penting untuk pembentukan jaringan perkembangan sel otak.
Dr Eddy memberikan 10 tips bagi orangtua untuk membangun dasar perkembangan otak anak:
  1. Beri perawatan dan kasih sayang yang adekuat selama masa kehamilan.
  2. Beri nutrisi yang cukup. Enam bulan pertama kehidupan bayi, berikan kecukupan nutrisi dengan ASI.
  3. Berikan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak.
  4. Berbicaralah kepada bayi. Buat kontak mata saat berbicara dengan anak. Jangan lupa selalu tersenyum kepada anak.
  5. Bila harus menitipkan anak, carilah tempat penitipan yang bermutu tinggi.
  6. Kenalkan aneka ragam musik pada anak, dan bernyanyilah bersama.
  7. Beri interaksi yang nyata dengan anak demi perkembangan otaknya. Jangan biarkan anak menonton televisi terlalu lama. Batasi waktunya.
  8. Beri ruang bagi anak untuk dapat berinteraksi dengan teman sebaya.
  9. Redakan stres pada orangtua. Orangtua yang mengalami stres cenderung mengalihkan stres kepada anaknya. Bila Anda merasa stres, cobalah bercerita kepada orang yang dekat dengan Anda.
  10. Ingat, otak tidak akan pernah berhenti berkembang. Jadi, beri stimulasi sebanyak-banyaknya secara terus-menerus.

Kamis, 10 Februari 2011

Tips Atasi Anak yang Susah Makan Sayur, Lauk & Minum Susu


Berikut tips yang bisa dicoba dirumah oleh bunda2 semua untuk mengatasi anak yang susah makan sayur, lauk dan minum susu.


  • Hidangkan sayur dalam bentuk  lain, misalnya diblender dan dicampurkan dalam adonan tepung  dan telur atau campuran ikan. Sayuran bisa sawi, bayam, wortel atau brokoli hijau.
  • Mengundang teman atau sahabat anak anak dan hidangkan makanan berupa buah dan sayuran  yang menarik, misalnya
  • Sayur taoge dan wortel dicampur kol lalu ditumis dan dibungkus kulit lumpia, goreng  sajikan dalam kondisi hangat. Buatkan saos sendiri .Blender tomat, bawang putih dan campuran satu sendok  tepung maesena untuk pengental. Tambahkan gula dan garam sesuai selera. Panaskan tomat yang sudah di blender di atas nyala api. Aduk sampai kental. Tambahkan satu sendek peres tepung maizena cair.
  • Buat cerita menarik tentang sayuran ,misalnya dongeng tentang rabitto anak kelinci bermata cemerlang seperti contoh di bidan care, atau bisa gunakan tokoh film imajinasi seperti popeye yang suka makan bayam.
  • Sajikan dalm bentuk lain, contohnya  Bayam merah pilih yang lembarannya cukup besar, lumuri dengan tepung beras dan dibumbui lalu digoreng. bila tak ada bayam merah bisa bayam hijau. Jadikan camilan anak sambil bermain.
  • Jadilah contoh yang baik. Nah ini sering kali kita lupakan. Sejak dini ketika anak  diperkenalkan dengan makanan tambahan , orang tua harus memberi contoh untuk tidak memilih makanan tertentu. Tunjukkan pada anak  bahwa orangtua  juga menyukai sayuran dan lauk pauk .
  • Bila perlu sering  -sering memperlihatkan pada anak sejak dini bagaimana menyenangkannya makan sayuran dan lauk.
  • angan membuat anak trauma dan merasa tertekan setiap kali makan. Misalnya membentak anak atau memukul anak. Jadikan pengalaman makan sayur dan lauk pauk menjadi sebuah pengalamn menyenangkan.
  • Jangan putus asa, baca tentang makanan alternatif pengganti selain yang sehari hari kita hidangkan tapi tetap punya nilai gisi. misalnya anak bosan nasi, ganti dengan kentang goreng atau  umbi lain yang sejenis, buat nasi kuning rasa gurih, bubur ketan atau beras merah.
  • Buat kue dari  jagung manis  campur wortel yang direbus lalu diblender dan di buat puding. Atau kacang hijau  di blender campur agar agar atau  tepung maesena beri aroma pandan lalu dituang dalam wadah yang unik .
  •  Sejak anak mengenal makanan tambahan, kombinasikan aneka hidangan agar bervariasi. Jangan hanya satu atau dua jenis makanan tertentu. Semakin anak mengenal banyak makanan maka anak tak akan mudah bosan.
  • Hidangkan makanan dalam porsi sedikit - sedikit, jangan berharap anak langsung menghabiskan satu porsi seperti orang dewasa.
  • Melatih anak agar makan teratur sesuai jam makan, agar tidak tergoda untuk  makan snack instan,  berikan hidangan selingan diantara jam makan  atau kudapan buatan sendiri  yang mempunyai nilai gisi.
  • Bila anak tidak mau minum susu, bisa disembunyikan dalam putih telur yang dikocok dan diberi  bubuk coklat lalu di  buat puding dan tuang  dalam cetakan yang lucu dan unik.
  • cara lain menyembunyikan susu adalah dalam hidangan es buah. Susu diberi air parutan pandan suji agar berwarna hijau dan tidak amis, lalu di cetak dalam bentuk aneka binatang atau bunga , campurkan dalam es buah.
  • Bila anak menolak makan ikan, jangan cemas, kita bisa sembunyikan ikan dalam adonan tepung terigu dan di beri  telur kocok, lalu dibuat semacam tempura. Dihidangkan  ketika masih hangat dan bisa di celup dalam saos buatan sendiri.
  • Pada saat anak sulit makan atau mogok makan mungkin anak mengalami kejenuhan dengan suasana di rumah. Sesekali buat acara pesta kebun sederhana atau makan di tempat yang berbeda di alam terbuka saat piknik.

Semoga tips tersebut dapat membantu, salam hangat dan persahabatan selalu buat sahabat Cinta Ananda semua

Rabu, 09 Februari 2011

Menu Sarapan Anak, Praktis & Bergizi


Bahan Dadar isi Pisang :
  • 250 gr tepung terigu
  • 1 sdt garam
  • 1/2 sdt vanili
  • 2 btr telur
  • 400 ml santan kental, jika kurang encer dapat ditambah
Isi:
  • 8 bh pisang, belah memanjang
  • 100 gr gula palem
  • 1/2 sdt bumbu spekuk
  • 1/2 sdt vanili
  • 2 sdm margarin (secukupnya)
Cara Membuat:
  1. Buat dadar: Campur tepung terigu, garam, ayak, lubangi di bagian tengah. Masukkan telur dan vanili. Tuangkan santan sedikit demi sedikit, aduk dengan kocokan tangan dari tengah ke arah tepi hingga rata. Saring hingga diperoleh adonan yang lembut. Panaskan wajan antilekat dengan diameter 20 cm, tuangkan adonan dan buat dadar setipis mungkin. Sisihkan.
  2. Buat isi: Goreng pisang dengan margarin hingga kuning keemasan. Angkat dan tiriskan. Gulingkan setiap potongan pisang ke dalam gula palem hingga rata.
  3. Ambil selembar dadar, taruh sepotong pisang dan gulung segitiga. Sajikan selagi hangat atau dingin.
Untuk 6 porsi
Nilai gizi per porsi:
Energi: 309 Kal
Protein: 6,0 gr
Lemak: 7,9 gr
Karbohidrat: 55,8 gr

Selasa, 08 Februari 2011

Merawat Gigi Anak Agar Sehat


Perawatan gigi dan mulut secara maksimal, khususnya pada masa balita dan anak-anak, akan menentukan kesehatan gigi dan mulut mereka pada usia selanjutnya. Untuk memperoleh gigi yang sehat pada anak, bagaimanakah cara perawatannya?
Penyakit gigi dan mulut akan sering dialami oleh balita dan anak-anak bila perawatannya tidak dilakukan dengan baik. Contoh penyakit gigi dan mulut yaitu caries (lubang pada permukaan gigi), ginggivitis (radang pada gusi), dan sariawan.  

Sehabis mengonsumsi makanan yang manis (seperti coklat) dan lengket (seperti dodol), jika tidak segera disikat akan tertinggal dan menyebabkan kerusakan pada gigi. Selain itu, minuman seperti tehkopiminuman ringan, serta rokok juga dapat menimbulkan lapisan tipis di gigi yang disebut dengan stain sehingga warna gigi menjadi kusam dan kecoklatan. Lapisan stain yang kasar itu mudah ditempeli oleh sisa makanan dan kuman yang akhirnya membentuk plak, dan jika tidak dibersihkan akan mengeras dan membentuk karang gigi (calculus) yang dapat merambat ke akar gigi. Akibatnya gusi mudah berdarah, gigi gampang goyah, dan mudah tanggal.  

Merawat gigi bayi dapat dilakukan dengan cara membersihkan giginya dengan menggunakan kain kasa atau kapas yang dibilas dengan air hangat, kemudian digosokkan secara pelan-pelan pada gusi bayi. Apabila anak sudah beranjak besar, orang tua harus mengajarinya tentang rutinitas menggosok gigi. Sebaiknya pola makan si anak harus selalu diperhatikan, apakah makanan yang dikonsumsinya dapat merusak gigi atau tidak. Jangan terlalu sering memberikan anak makanan yang manis dan mudah melekat di gigi atau gusi seperti permen, coklat, dan biskuit. Makanan seperti itu dapat bereaksi di mulut dan akhirnya membentuk asam yang dapat merusak gigi dan dapat menimbulkan gigi berlubang, gigi tanggal sebelum waktunya, serta gangguan pada ukuran, bentuk maupun jumlah gigi. Untuk mencegah hal itu, berikanlah si kecil makanan yang berserat, seperti sayur dan buah yang bersifat self cleansing (membersihkan gigi) karena membutuhkan proses pengunyahan secara berulang-ulang. Kalau memang ingin memberikan makanan seperti coklat, permen, biskut dan makanan manis lainnya hendaknya pada waktu yang tepat, misalnya setelah makan siang. Jika sudah selesai mengonsumsi makanan tersebut, anak sebaiknya disuruh untuk menyikat giginya hingga bersih.

Senin, 07 Februari 2011

Tips Mengatasi Anak Susah Makan


Problema sulit makan ini dialami anak di usia balita. Umumnya mulai ditemui pada usia anak 1-4 th. Banyak hal yang menyebabkan anak susah makan. Karena bagi anak, saat makan itu bukan hanya pemenuhan gizi tetapi juga saat penuh tantangan, rasa ingin tahu, berlatih, belajar, dsb. 
Berikut sekilas bahasan penyebab anak susah makan & tips singkat mengatasinya : 

1. Bosan dengan menu makan ataupun penyajian makanan. 
Menu makan saat bayi (> 6 bl) yg itu-itu saja akan membuat anak bosan dan malas makan. Belum lagi cara penyajian makanan yg campur aduk antara lauk pauk spt makanan diblender jadi satu. Sama spt 
orang dewasa, kalau kita makan dg menu yg sama tiap hari dan disajikan dg campur aduk, pasti akan malas makan. Begitu juga dg pengenalan makanan kasar. 

Tips : Tentu saja variasikan menu makan anak. Jika perlu buat menu makan anak min. selama 1 minggu utk mempermudah ibu mengatur variasi makanan. Jadi tergantung pinter-pinter- nya ibu memberikan makanan bervariasi. Spt kalau anak gak mau nasi, kan bisa diganti dg roti, makaroni, pasta, bakmi, dsb. Penyajian makanan yg menarik juga penting sekali. Jangan campur adukkan makanan. Pisahkan nasi dg lauk pauknya. Hias dg aneka warna & bentuk. Jika perlu cetak makanan dg cetakan kue yg lucu. 

2. Memakan cemilan padat kalori menjelang jam makan , sehingga anak tidak merasa lapar. Seperti permen, minuman ringan, coklat, hingga snack ber-MSG, dsb. Akibatnya ketika jam makan tiba anak sudah kekenyangan. 

Tips : Atur makanan selingan atau cemilan jauh sebelum waktu 
makan tiba. Beri juga cemilan yang sehat spt potongan buah, sayur 
kukus, keju, yoghurt, es krim, cake buatan ibu, dsb. 

3. Minum susu terlalu banyak 
Susu di banyak keluarga dianggap sebagai makanan dewa yang bisa menggantikan makanan utama spt nasi, sayur & lauk pauknya Orangtua cenderung kurang sabar memberikan makanan kasar. Atau orang tua sering takut anaknya kelaparan, sehingga makanan diganti dengan susu..Akhirnya, daripada perut si anak tidak kemasukan makanan, diberikan saja susu berlebihan. Padahal setelah anak berusia 1th, kehadiran susu dalam menu sehari-hari bukanlah hal wajib. Secara gizi, susu hanya untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan fosfor saja. Kan kalsium dan fosfor ini dengan mudah kita dapatkan 
dalam ikan-ikanan, sayur & buah. 

Tips : Kurangi susu ! Di atas usia 1 tahun kebutuhan susu hanya 2 gelas sehari. Mulailah melatih anak dg berbagai jenis makanan. Ubah pola pikir orangtua. 

4. Terpengaruh kebiasaan orang tuanya. 
Anak suka meniru apa yang dilakukan oleh anggota keluarga lainnya, terutama orang tuanya. Banyak perilaku yg dilakukan ortunya ygmempengaruhi perilaku makan anak. Mis. anak yang tumbuh dalam 
lingkungan keluarga yang malas makan (ex. diet), akan mengembangkan perilaku malas makan juga. Perilaku lainnya, sering kita jumpai orang tua masih menyuapi anak yang sudah kelas V SD. Akibatnya anak gak terlatih untuk bisa makan sendiri. Perilaku makan yang kurang pas juga spt kebiasaan ortu ketika menenangkan anak yg sedang rewel dengan cara membelikan jajanan yang padat kalori (permen, minuman ringan, coklat, dsb.). Akibatnya anak kekenyangan & malas makan. 

Tips : 
Perhatikan & ubah kebiasaan & perilaku orang tua kapanpun, termasuk perilaku makan. Ingat, anak merekam, belajar & menerapkan semua hal yg ia dapat dari lingk sekitarnya, terutama ortunya. Biarkan anak mencoba memakan makanan sendiri sejak dini, tanpa disuapi. Gak perlu takut berantakan. Feeding is about learning. 

5. Munculnya sikap negativistik è fase normal yg dilewati tiap anak. 
Pada usia >2 th, anak sering membangkang / tidak mau patuh. Saat makan tiba, anak terkadang bilang gak mau, makanannya suka dilepeh atau dilempar, dsb. Ini disebut sikap negativistik. Sikap negativistik merupakan fase normal yg dilalui tiap anak usia balita. Sikap ini juga suatu bagian dari tahapan perkembangannya untuk menunjukkan keinginan untuk independent . Jadi batita umumnya ditandai dengan AKU, artinya segala sesuatunya harus berasal dari AKU bukan dari orang lain; intinya power. Nah banyak ortu yg gak memahami hal ini, sehingga lantaran khawatir kecukupan gizi anak tidak terpenuhi, orang tua biasanya makin keras memaksa anaknya makan. Ada ortu yg mengancam anaknya bahkan memukul. Cara2 tsb harus dihindari. 

Justru semakin anak pd usia ini dipaksa, justru akan makin melawan (sebagai wujud negativistiknya) . Realisasinya apalagi kalau bukan penolakan terhadap makanan. Bisa dimaklumi kalau ada orang yang 
sampai dewasa emoh makan nasi atau sama sekali tak menyentuh daging. Bisa jadi sewaktu masih kecil yang bersangkutan sempat mengalami trauma akibat perlakuan orang tuanya yang selalu memberinya makan secara paksa. 

Tips : Pahami kondisi anak dg baik. Jadilah ortu yg otoritatif. Artinya bersikap tidak memaksa, tetapi juga tidak membiarkan begitu saja. Bina komunikasi yg baik dg anak. Bersabarlah menghadapi anak. 
Kan rumah adalah madrasah pertama & utama bagi anak. 

6. Anak sedang sakit / sedih 
Anak tidak mau makan dapat juga disebabkan krn anak sedang sakit atau sedang sedih. Kalau semula anak terlihat aktif, riang dan cerewet, maka di kala sakit ia lebih suka diam dan terlihat malas-malasan. 

Tips : Kembali pada konsep bina komunikasi yg baik. Jangan paksakan anak kalau gakmau makan. Beri makanan ringan yg padat kalori, spt makaroni skutel, dsb. 

Yg jelas dan perlu diingat baik2 oleh tiap ortu adalah, seberapapun anak gak mau / susah makan, ia tidak akan membiarkan dirinya kelaparan ! Selama mentalnya sehat. Artinya, begitu ia kelaparan, maka ia akan makan. 

Tetap kreatif mengolah & menyajikan makanan, bina komunikasi yg baik, terus belajar menjadi ortu & memahami kondisi anak, dan bersabar. 

Sabtu, 05 Februari 2011

Tips Meningkatkan Kecerdasan Anak


Orang tua pasti senang kalau mempunyai anak yang cerdas dan ber-IQ (Intelligence Quotient) tinggi.
Kecerdasan tidak hanya karena faktor keturunan saja, tetapi kecerdasan juga dipengaruhi oleh stimulasi maupun dengan memberikan makanan yang mengandung asupan yang dapat mendukung perkembangan kecerdasan anak.
Faktor berikut ini mesti diperhatikan orang tua atau pengasuh anak, karena faktor-faktor ini mempengaruhi terhadap perkembangan kecerdasan anak :
  • Kecukupan zat gizi adalah faktor yang penting untuk dalam perkembangan kecerdasan otak. Zat besi salah satu yang diperlukan oleh anak. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan kekurangan darah (anemia) sehingga dapat menghambat perkembangan anak pada umumnya dan perkembangan otak khususnya.
  • Pemberian Asi eksklusif sampai anak berusia 6 bulan sangat penting. Asi telah memenuhi semua zat gizi yang dibutuhkan anak.
  • Lemak esensial atau lemak yang tidak dapat dibuat oleh tubuh tetapi dihasilkan oleh makanan sehari-hari seperti ARA (arachidonic acid), DHA (docosahexaenoic acid), Prebiotik, Lactoferin membantu membentuk struktur otak bayi. Sumber makanan ini dapat diperoleh dari ikan tuna, ikan salmon, kerang dan sebagainya.
  • Lingkungan yang sehat dan nyaman bagi perkembangan anak membantu menjaga perkembangan anak.
  • Dengan adanya suasana keluarga yang harmonis, hangat dan penuh kasih sayang maka anak akan tumbuh dan berkembang dengan optimal.
  • Memberikan stimulasi seimbang dapat mengasah kecerdasan anak. Mengajak anak bermain dengan alat permainan yang dapat merangsang daya pikir sesuai usia mereka, seperti balok susun, puzzle, menggambar, mewarnai, bernyanyi.