Minggu, 08 Mei 2011

10 Kiat Mengembangkan Otak Anak


DIJELASKAN oleh Dr Eddy Supriyadi SpA, dari RS Sardjito Yogyakarta, ada dua komponen dasar dalam perkembangan otak anak, yaitu lingkungan yang aman dan pengalaman positif. Saat seorang bayi merasa tertekan, otak akan merespon dengan menghasilkan zat kortisol. Kadar kortisol yang tinggi akan memperlambat perkembangan otak. Lingkungan aman dan nyaman diperlukan bayi untuk membantu perkembangan otaknya. Beri respon saat bayi menangis maupun mengoceh.
Pengalaman yang diterima setiap hari juga akan membantu perkembangan otak anak. Aktivitas yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengajak anak ke pasar atau ke toko buku, menurut dokter anak lulusan UGM ini, sangat penting untuk pembentukan jaringan perkembangan sel otak.
Dr Eddy memberikan 10 tips bagi orangtua untuk membangun dasar perkembangan otak anak:
  1. Beri perawatan dan kasih sayang yang adekuat selama masa kehamilan.
  2. Beri nutrisi yang cukup. Enam bulan pertama kehidupan bayi, berikan kecukupan nutrisi dengan ASI.
  3. Berikan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak.
  4. Berbicaralah kepada bayi. Buat kontak mata saat berbicara dengan anak. Jangan lupa selalu tersenyum kepada anak.
  5. Bila harus menitipkan anak, carilah tempat penitipan yang bermutu tinggi.
  6. Kenalkan aneka ragam musik pada anak, dan bernyanyilah bersama.
  7. Beri interaksi yang nyata dengan anak demi perkembangan otaknya. Jangan biarkan anak menonton televisi terlalu lama. Batasi waktunya.
  8. Beri ruang bagi anak untuk dapat berinteraksi dengan teman sebaya.
  9. Redakan stres pada orangtua. Orangtua yang mengalami stres cenderung mengalihkan stres kepada anaknya. Bila Anda merasa stres, cobalah bercerita kepada orang yang dekat dengan Anda.
  10. Ingat, otak tidak akan pernah berhenti berkembang. Jadi, beri stimulasi sebanyak-banyaknya secara terus-menerus.

Radang Tenggorokan pada Bayi


PENYEBAB paling umum sakit tenggorokan adalah virus dan yang paling umum adalah virus selesma atau virus flu. Zat-zat pemicu radang juga dapat mengakibatkan sakit tenggorokan seperti debu, asap roko serta bulu hewan. Bila tenggorakan bayi tampak merah serta mengalami rasa sakit lebih dari sehari, cobalah untuk memeriksanya dengan cermat. Mungkin saja ia telah terserang virus coxsackie. Kalau tidak demikian, mungkin pula ia terserang infeksi lainnya.
Perhatikan pula suhu tubuhnya, apakah melebihi 38 derajat Celcius serta bagaimana pula nafsu makannya. Bila bayi tidak mampu menelan, membuka mulutnya dengan leluasa atau sangat sulit bernafas, segera hubungi dokter.
Untuk radang tenggorokan yang diakibatkan oleh virus, tidak ada pengobatan khusus. Sistem kekebalan tubuh bayi itulah yang akan menetralisir serangan virus dalam waktu beberapa minggu. Jadi, usahakanlah untuk terus memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi dengan jalan antara lain memberikan gizi yang diperlukan. Kalau masih dalam masa penyusuan, maka memberikan ASI itu sangat baik dalam rangka memperkuat daya tahan tubuhnya.
Sementara itu, bila radang tenggorokan itu diakibatkan oleh bakteri, maka biasanya dokter akan meresepkan antibiotik. Untuk memastikan apakah penyebabnya bakteri atau virus, dokter biasanya akan lebih dahulu melakukan tes jaringan.
Obat Pereda Nyeri - Untuk mengatasi radang tenggorokan, Anda bisa menggunakan obat penurun nyeri, baik yang ditelan atau yang disemprot ke dalam mulut. Namun, untuk memastikan obat mana yang boleh digunakan, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter anak Anda.