Selasa, 22 Februari 2011

DIARE...Penyakit Perut Pada Anak


Diare adalah kondisi di mana frekuensi BAB meningkat dari biasanya, disertai dengan feses yang lebih cair. Ada tiga hal yang menyebabkan si kecil mengalami diare, yaitu faktor makanan, perjalanan yang melelahkan, dan akibat adanya infeksi saluran cerna.
Infeksi saluran cerna, umumnya disebabkan kuman pembawa penyakit, seperti bakteri Escherichia coli pada air yang kurang bersih. Bakteri ini masuk melalui makanan ke saluran pencernaan, dan berkembang biak dalam usus – terutama usus besar (kolon). Jika jumlahnya berlebihan, bakteri ini dapat menimbulkan sakit perut serta diare atau mencret.
Dampaknya, kerja usus terganggu karena tak bisa menyerap sari makanan dari makanan yang kita konsumsi. Suplai zat-zat makanan yang diperlukan untuk tumbuh-kembang anak serta untuk kecerdasan otak pun terganggu. Lebih fatal lagi, jika telah menyebabkan anak dehidrasi (kekurangan cairan tubuh secara berlebihan), yang jika terlambat ditangani bisa menyebabkan kematian.
Tanda-tanda:
Anak bersikap rewel atau justru apatis dan lesu pada dehidrasi yang lanjut. Bagi anak usia di bawah 1 tahun, dapat ditemukan tanda ubun-ubun yang cekung. Pada dehidrasi yang ringan dan sedang, anak akan merasa haus. Namun bila dehidrasinya berat, anak justru tidak merasa haus lagi.
Pada kulit perut terdapat turgor kulit, atau berkurang kelenturannya. Cara memeriksanya dengan menjepit/mencubit kulit selama 30-60 detik, kemudian lepaskan. Bila turgor kulit anak masih baik, kulit akan cepat kembali ke keadaaan semula. Bila tidak, lambat kembalinya. Selain itu, anak yang mengalami dehidrasi, matanya akan terlihat cekung, mulut dan lidah pun terasa kering.
Penanganan:
Pada kondisi tertentu, diare bisa berakibat fatal. Segera ke dokter bila sakit perut si kecil terus-menerus berlangsung selama 6 jam atau lebih, disertai muntah, tak mau minum, mata nampak cekung, pusing, dan berat badan turun. Agar tak sampai terjadi dehidrasi, usahakan si kecil tetap minum (ASI, susu atau cairan lain).
Bila anak Anda sudah lebih besar, berikan larutan oralit. Biasanya balita perlu sekitar 3 bungkus oralit yang dicampur ke dalam 200 cc air, sedikit demi sedikit. jangan memberi makanan yang merangsang timbulnya sakit perut. Untuk sementara bisa diberikan makanan lembek agar mudah dicerna.
Pencegahan:
Jaga kebersihan makanan si kecil, begitu juga dengan alat makannya. Pada balita, pastikan makanan yang ia konsumsi bersih dan sehat, dan meminum air yang dipastikan sudah matang/mendidih. Hindari mengkonsumsi jajanan yang tidak terjamin kebersihannya.

Kamis, 17 Februari 2011

Sakit Kepala Pada Anak-Anak (Part 2)


Berikut ini adalah penyakit-penyakit yang sering menyebabkan anak anda sakit kepala :
Infeksi Saluran Nafas Atas (ISPA)
Keluhan sakit kepala pada anak yang disertai dengan demam, nyeri menelan, pilek dan infeksi pada sinus. Jika sakit kepala bertambah hebat dan demam makin tinggi maka segeralah ke dokter.
Migren
Anak anak dapat mengalami apa yang dinamakan migren klasik yang salah satu gejalanya adalah sakit kepala. Jika keluhan utama ada pada pencernaan seperti mual, muntah, nyeri ulu hati disamping sakit kepala maka anak anda mengalami apa yang disebut gastric migraine.
Seperti halnya pada orang dewasa, gejala migren klasik pada anak antara lain :
  • Mengeluh sakit.
  • Terlihat sakit.
  • Penglihatan kabur.
  • Nyeri kepala sebelah.
  • Mengalami gangguan penglihatan dan penciuman sebelum gejala migren muncul (aura).
Sakit Kepala Tegang (Tension Headaches)
Sakit kepala tegang juga sering terjadi pada anak anak yang mengindikasikan kalau mereka sedang stress. Sakit kepala terutama dirasakan di daerah leher belakang sampai kepala belakang.
Gangguan Penglihatan
Anak anak yang sudah bersekolah terkadang mengeluh sering sakit kepala dan tidak bisa melihat dengan jelas tulisan di papan tulis. Bila ini terjadi, kemungkinan anak tersebut mengalami gangguan penglihatan. Solusinya adalah dengan memeriksakan tajam penglihatan ke dokter mata dan bila perlu menggunakan kaca mata.
Radang Selaput Otak (Meningitis)
Radang selaput otak merupakan penyakit infeksi yang sangat serius. Segeralah ke dokter jika anda menganggap anak anda menderita meningitis. Beberapa gejala yang harus diperhatikan antara lain :
  • Kaku pada tengkuk.
  • Menghindari cahaya.
  • Demam.
  • Terlihat sakit keras.
  • Bercak bercak merah pada kulit.
  • Nadi cepat.
  • Cengeng.
  • Lemah dan lesu.
  • Kejang.
Meningitis memerlukan pengobatan dengan antibiotika dosis tinggi yang diberikan langsung melalui pembuluh darah balik. Penderita meningitis memerlukan observasi ketat di rumah sakit untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Tumor Otak
Tumor otak merupakan penyakit yang paling ditakuti orang tua saat anaknya mengeluh sakit kepala. Berikut gejala gejala penyerta yang perlu di waspadai pada tumor otak :
  • Sering mengalami sakit kepala berat.
  • Muntah muntah.
  • Kejang.
  • Selalu sakit kepala saat bangun pagi.
  • Sakit kepala menyebabkan anak sulit tidur.
  • Sakit kepala tambah parah jika berbaring.
  • Sakit kepala tambah hebat jika batuk atau bersin.
  • Penglihatan ganda.
  • Gangguan berjalan.
  • Perubahan perilaku.
Jika anak anda mengalami sakit kepala ditambah dengan gejala penyerta diatas, segeralah ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.