Senin, 05 September 2011

Buah-Buahan Ini Harus Dimakan Bersama Kulitnya






 Tidak semua buah harus dikupas sebelum dimakan, karena kadang-kadang kandungan nutrisi paling tinggi justru terdapat di kulit sehingga sayang kalau dibuang. Beberapa buah justru lebih baik dimakan bersama dengan kulitnya.

Jenis buah-buahan yang sebaiknya dimakan langsung bersama kulitnya antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari Bolohealth, Senin (28/3/2011).



  • APEL
Sebuah penelitian di Cornell University menunjukkan bahwa kandungan fitokimia dalam kulit apel 87 persen lebih banyak dibandingkan dalam daging buahnya. Beragam senyawa fitokimia dalam kulit apel merupakan antioksidan yang berkhasiat mencegah kanker.

  • MENTIMUN

Meski sering disebut sebagai sayuran, secara teknis timun termasuk buah-buahan. Kulitnya mengandung silika yang berkhasiat menjaga kesehatan kulit dan kuku. Sedikitnya manusia butuh 5 mg silika setiap hari, seluruhnya bisa diperoleh dari sebutir timun.

  • TERUNG

Terung juga sering disebut sayuran, meski secara teknis termasuk golongan buah berry. Kulitnya yang berwarna ungu mengandung 300 mg senyawa nasunin, sejenis antioksidan yang bermanfaat mencegah kerusakan sel otak. Kulit terung juga mengandung 200 mg potasium, 13 mg magnesium dan 3 mg serat.

  • KIWI
Mungkin agak aneh membayangkan kulit kiwi yang berbulu itu harus dimakan. Tapi menurut sebuah penelitian, kandungan vitamin C dan E, serotonin dan potasium dalam buah kiwi bisa diperoleh dengan lebih maksimal jika buah ini dimakan bersama kulitnya.

  • JERUK
Kulit jeruk mengandung senyawa polymethoxylated flavones (PMF) yang terbukti ampuh menurunkan kadar kolesterol. Tidak perlu benar-benar dimakan untuk mendapatkan khasiatnya, cukup diseduh bersama teh atau dimasukkan dalam sup.

  • TOMAT
Buah tomat kaya akan kandungan karotenoid, potasium, vitamin A, C dan E. Kandungan nutrisinya paling banyak terdapat pada kulit dan rasanya memang tidak ada orang mengupas kulit tomat sebelum mengkonsumsinya.

  • PIR
Karena kulitnya mengandung serat yang sangat tinggi, buah pir hampir tidak pernah dikupas dan langsung dimakan begitu saja. Kulit pir juga kaya akan mineral terutama tembaga, serta vitamin C dan K yang berfungsi sebagai antioksidan.

  • PLUM
Kulit plum dengan warna-warni yang beragam mulai dari merah, ungu maupun biru kehitaman mengandung lebih banyak serat dibandingkan daging buahnya. Kulitnya juga mengandung phytonutrient, senyawa yang membantu penyerapan zat besi di dalam tubuh.

(Detikhealh.com)

Jangan Suka Pukul Pantat Anak

Sahabat Klinik cinta ananda,
Adakalanya kita merasa kesal bahkan merasa jengkel dengan tingkah kenakalan buah hati kita. Apalagi kalau tingkat kenakalannya sudah sangat susah dikendalikan. Tak jarang emosi kita sebagai orang tua pun ikut tersulut menjadi marah. Bahkan ada hal yang sebenarnya tak patut dilakukan tp terpaksa dilakukan juga dengan alasan supaya anak mau nurut. hal itu tak lain adalah kebiasaan memukul pantat anak. Tapi apakah kita sebagai orang tua sudah menyadari dampak negatif dari kebiasaan tersebut???   yuk kita sama-sama simak tulisan ini.
​ Memukul pantat anak menjadi hal umum yang sering dilakukan oleh para orangtua. Termasuk Anda, mungkin? Ada yang memukul dengan tangan kosong, menggunakan rotan, ikat pinggang, dan lain-lain. Bisa jadi Anda melakukan hal ini karena merasa, bahwa hal tersebut 'baik untuk anak (bisa menjadi pelajaran berharga)', namun mungkin juga Anda bermain tangan karena tidak bisa mengendalikan emosi yang meledak-ledak.

Meski sudah kerap dilakukan oleh banyak orangtua, namun para ahli berpendapat bahwa memukul pantat anak adalah cara 'mendidik' yang tidak efektif. Anak hanya akan mendapatkan rasa takut ketika berhadapan dengan orangtuanya, bukan rasa hormat. Lebih lanjut, anak bukannya kemudian menyerap hal positif untuk memahami ajaran orangtua, tapi justru mendapat pemahaman akan hal negatif untuk 'sanggup berbohong' dan memutar otak 'bagaimana caranya agar tidak ketahuan'.

Tidak hanya itu, menggunakan kekerasan seperti ini pun berbahaya, karena akan menimbulkan luka fisik seperti lebam, memar, atau bahkan luka sobek pada kulit si kecil. Bukan pengajaran yang akan tersampaikan, melainkan siksaan fisik.
Para ahli juga sedikit mengkhawatirkan perangai anak yang akan menjadi keras. Sepele sepertinya, tetapi pemukulan pantat yang terjadi di masa kecilnya akan mempengaruhi cara berpikir anak. Ia akan mengadopsi tindak kekerasan di masa mendatang. Apakah sempat terbersit di kepala Anda untuk memukul si kecil agar mau menuruti ajaran Anda, seperti dulu orangtua Anda berhasil mendidik dan membuat Anda menjadi anak penurut setelah dipukul? Well, kini Anda mempraktekkan hal yang sama kepada anak Anda. Seperti itu kira-kira polanya.
Meski demikian, diakui oleh beberapa orangtua dalam sebuah situs parenting, bahwa mereka sanggup menghentikan kekonyolan dan kenakalan si kecil dengan memukul pantatnya. Syaratnya satu, jangan jadikan hal tersebut sebagai 'hukuman' rutin. Memukul pantat hanya dilakukan saat kenakalan sang buah hati sudah sangat keterlaluan. Semua ada batas dan konsekuensinya, anak harus bisa melihat dan mencerna hal tersebut. Meski demikian, jangan lupa menjelaskan secara baik-baik dan panjang lebar kepada si kecil, mengapa Anda memukul pantatnya. Berikan pendidikan yang 'seimbang'. Hal negatif yang Anda berikan harus dinetralisir dengan pendekatan personal, heart-to-heart talk.