Rabu, 06 April 2011

Mitos Pemberian Vaksin pada Anak


Vaksinasi adalah pemberian vaksin kedalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tersebut. Selama ini setiap informasi yang kita terima adalah vaksin melindungi anak dari beberapa penyakit serius dan merupakan suatu hal yang harus dilakukan dan memiliki dampak nol persen terhadap kesehatan buah hati kita. Tetapi akhir-akhir ini semakin banyak beredar mitos dikalangan masyarakat tentang dampak buruk vaksinasi bagi kesehatan buah hati kita. Benarkah demikian? Berikut beberapa fakta dibalik mitos-mitos tersebut.


Mitos   : Vaksin tidak diperlukan

Fakta : Pemberian vaksin di masa anak-anak memberikan perlindungan lebih dari berbagai penyakit yang sangat serius, seperti difteri, campak, meningitis, polio, tetanus dan batuk rejan. Jika buah hati anda terserang penyakit tersebut tetapi tidak berdampak buruk atau bahkan tidak mengalami penyakit tersebut setelah pemberian vaksinasi, itu pertanda vaksin tersebut telah bekerja dengan baik. Akan tetapi jika tingkat imun anak anda sedang drop saat vaksinasi, maka penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, justru akan menjadi ancaman bagi kesehatan buah hati anda.


Mitos   : Efek samping vaksin sangat berbahaya
Fakta : Ada beberapa jenis vaksin yang dapat menyebabkan efek samping. Biasanya efek samping yang ditimbulkan berupa demam ringan, nyeri, kemerahan dan bengkak di tempat suntikan. Tapi ada beberapa vaksin juga yang bisa menyebabkan sakit kepala, pusing, lelah, dan kehilangan nafsu makan. Bahkan ada beberapa anak yang sampai mengalami reaksi alergi yang berlebihan atau efek samping neurologis seperti kejang-kejang, tetapi kasus ini sangat jarang terjadi. Walaupun menimbulkan efek samping, pemberian vaksin pada anak tetap merupakan cara yang lebih baik untuk mencegah berbagai penyakit pada buah hati anda, asalkan vaksin tidak diberikan kepada anak-anak yang memiliki alergi dari komponen vaksin tertentu. Namun, jika anak Anda memperlihatkan reaksi yang dapat mengancam hidup anak anda setelah pemberian vaksin tertentu, dosis lanjutan dari vaksin tersebut jangan diberikan.


Mitos  : Autis disebabkan oleh pemberian vaksin pada anak.

Fakta : Meskipun banyak kontroversi mengenai topik ini, tapi para peneliti tidak menemukan hubungan yang jelas antara autisme dan pemberian vaksin pada anak-anak. Meskipun tanda-tanda autisme muncul pada waktu yang sama saat anak-anak menerima vaksin tertentu - seperti campak, gondok dan rubela (MMR), tetapi para ahli ini mengungkapkan itu hanya kebetulan semata.


Mitos  : Pemberian Vaksin terlalu dini

Fakta : Pemberian vaksin pada masa anak-anak menawarkan perlindungan untuk buah hati anda dari berbagai penyakit serius bahkan penyakit yang sangat fatal. Vaksinasi terkadang diberikan sesaat setelah kelahiran anak anda. Hal ini penting karena berbagai penyakit ini kemungkinan besar akan terjadi ketika anak anda masih sangat muda dan memiliki resiko komplikasi yang besar. Jika Anda menunda vaksin sampai anak anda mulai beranjak dewasa, anda mungkin sudah terlambat.


Mitos  : Anda bisa melewati beberapa vaksin karena masalah pertimbangan keselamatan anak anda.

Fakta : Secara umum, melewati beberapa vaksin bukan ide yang baik. Karena hal ini berpotensi menyebabkan anak anda rentan terhadap suatu penyakit serius yang sebenarnya dapat dihindari dengan pemberian vaksin. Untuk beberapa anak yang tidak dapat menerima vaksin tertentu untuk alasan medis atau mereka yang tidak menanggapi tentang vaksin,  satu-satunya perlindungan dari penyakit dapat dicegah dengan vaksin adalah menjaga kekebalan buah hati anda dari orang-orang di sekitar anak anda termasuk anda sebagai orang yang terdekat dengan buah hati anda.
Yang terpenting, selalu konsultasikan dengan dokter anak anda kapan saat yang tepat dan vaksin seperti apa yang sesuai dengan kondisi anak anda.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi Sahabat Klinik Cinta Ananda semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar